Edisipost.com
Jakarta – Transformasi kekuatan udara di era peperangan modern menuntut TNI Angkatan Udara tidak hanya memperkuat teknologi dan alpalhankam, tetapi juga membangun sumber daya manusia yang adaptif, profesional, dan mampu mengambil keputusan secara cepat di tengah dinamika ancaman yang terus berkembang.
Komitmen tersebut ditegaskan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M., saat melantik 207 perwira lulusan Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Angkatan ke-34 dalam Upacara Prasetya Perwira di Lapangan Dirgantara Lanud Adi Soemarmo, Surakarta, Jumat (22/5/2026).
Dalam amanatnya, Kasau menyampaikan bahwa lingkungan strategis terus berubah dengan karakter ancaman yang semakin kompleks, sehingga menuntut kesiapan organisasi dan kualitas personel yang mampu beradaptasi secara cepat terhadap perkembangan teknologi maupun pola operasi modern.
“Menghadapi dinamika ini, TNI Angkatan Udara terus melaksanakan transformasi untuk membangun kekuatan udara yang AMPUH dan mampu menanggapi tantangan pertahanan terkini,” ujar Kasau.
Kasau menegaskan, keberhasilan transformasi tidak hanya bergantung pada modernisasi alpalhankam, tetapi juga ditentukan oleh kualitas SDM, budaya kerja, manajemen organisasi, serta kemampuan seluruh personel dalam menjawab perubahan secara efektif dan solutif.
Menurut Kasau, para perwira lulusan Setukpa akan menjadi penghubung penting antara kebijakan pimpinan dan pelaksanaan tugas di lapangan melalui kepemimpinan yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada penyelesaian tugas secara optimal.
Kasau juga berpesan agar para perwira senantiasa menjaga integritas, profesionalisme, serta menjadikan iman dan takwa sebagai landasan pengabdian dalam mendukung kesiapan kekuatan udara nasional.
Adapun lulusan terbaik diraih oleh Letda Pas Agung Candra Ari Prabowo dari Batalyon Parako 471 Pasgat.
Kehadiran para perwira baru tersebut diharapkan semakin memperkuat kualitas SDM TNI AU dalam menjaga kedaulatan udara nasional sekaligus mendukung transformasi pertahanan udara Indonesia di masa depan.
