RILIS SURVEY CALEG DPRD TERPILIH DAPIL DKI II JAKARTA UTARA (KEC. KOJA, CILINCING, KELAPA GADING) DAN KEPULAUAN SERIBU PILEG 2024

oleh
RILIS SURVEY CALEG DPRD TERPILIH DAPIL DKI II JAKARTA UTARA (KEC. KOJA, CILINCING, KELAPA GADING) DAN KEPULAUAN SERIBU PILEG 2024

 

Etos Indonesia Institute melakukan Rilis Survey Calon Anggota Legislatif DPRD Terpilih Daerah Pemilihan DKI II Jakarta Utara (Kec. Koja, Cilincing & Kelapa Gading)dan Kepulauan Seribu dalam Pemilu Legislatif 2024.

Survey yang dilakukan sejak tanggal 20 hingga 28 Desember 2023 ini mengambil sampel 1.000 responden di Kotamadya Jakarta Utara (Kec. Koja, Cilincing & Kelapa Gading) dan Kepulauan Seribu.

Survey dengan margin error kurang lebih 3 persen dan tingkat kepercayaan publik sebesar 90% mengambil pendapat responden tentang tingkat popularitas (keterkenalan), tingkat akseptabilitas (keterterimaan) dan tingkat elektabilitas (keterpilihan) yang kemudian diakhiri dengan pertanyaan tentang siapa yang akan dipilih jika pemilu dilakukan saat sampel ditanyakan kepada responden.

Dari pengambilan sampel pendapat responden, ditemukan 9 caleg DPRD dengan tingkat popularitas, akseptabilitas dan elektabilitas tertinggi. Caleg-caleg tersebut adalah Agustina Hermanto (PDIP)
Jhonny Simanjuntak (PDIP)
S. Andyka (Gerindra)
Hj. Kreshna Sari Hamid (PAN)
Suhud Alynudin (PKS)
Hj. Neneng Hasanah (Demokrat)
Oman Rohman Rakinda (PAN)
H. Muhammad Idris (Nasdem)
Dimaz Raditya (Golkar)

Dari sembilan nama tersebut, jika pemilu legislatif diadakan saat pengambilan sampel suara responden maka hasilnya adalah S. Andyka (Gerindra) 9,8%, Agustina Hermanto (PDIP) 9,6%, Jhonny Simanjuntak (PDIP) 9,4%, Hj. Neneng Hasanah (Demokrat) 9,2%, Hj. Kreshna Sari Hamid (PAN) 9,1%, Dimaz Raditya (Golkar) 8,9%, H. Muhammad Idris (Nasdem) 8,6%, Oman Rohman Rakinda (PAN) 8,3%, Suhud Alynudin (PKS) 8,1%, sedangkan sisanya memilih caleg lainnya.

Menurut Direktur Eksekutif Etos Indonesia Institute Iskandarsyah, survey ini masih sangat mungkin mengalami perubahan-perubahan signifikan mengingat Dapil DKI II Jakarta Pusat dapat disebut juga sebagai ‘dapil keras’ dan dinominasi oleh PDIP dan juga banyak tokoh dan figur yang dikenal masyarakat mencalonkan diri di dapil tersebut.

“Sangat mungkin berubah, baik komposisi persentasi maupun munculnya nama lain diluar sepuluh nama itu. Apalagi dari dua belas nama, persentasi antar calon sangat tipis perbedaannya. Pertengahan Januari kami akan mengujinya kembali dengan survey terbaru”, ujar Iskandar menutup rilisnya.