Edisipost.com
Jakarta, 16 Desember 2024 – Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) berhasil mencatatkan kinerja operasional dan keuangan yang positif hingga berita ini diturunkan, menunjukkan trend
pertumbuhan positif dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Volume petikemas sampai dengan November 2024 adalah sebesar 941.793 TEUS yang berarti 9,04% sudah melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) sebesar TEUS 863.696 TEUS. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 882.259 TEUS ada kenaikan sebesar 6,75%.
Proyeksi sampai akhir tahun ini TPK Koja berharap bisa mencapai 1.018.060 TEUS naik 7.2% dibandingkan dengan target tahun 2024 sebesar 949.050 TEUS, sementara tahun 2023 TPK Koja mencapai 966.100 TEUs ini menunjukkan kenaikan sebesar 5,5%.
Peningkatan volume diawali Januari 2024 dan seterusnya, kecuali di bulan Juni 2024 dibawah dari RKA karena pada bulan ini terjadi penurunan jumlah kunjungan kapal yang disebabkan terjadinya kongesti di Singapura akibat perperangan di Timur Tengah.
Jika TPK Koja mampu melampaui angka 1 juta TEUs, berarti ini adalah capaian kedua KSO TPK Koja setelah 2017. Pembedanya adalah bahwa tahun ini TPK Koja mengoperasikan dermaga dan lapangan sendiri, sementara pada 2017 dicapai dengan tambahan mengoperasikan dermaga JICT selama hampir 4 bulan.
Pencapaian tahun ini didukung karena terciptanya kondisi yang harmonis antara Stakeholder, Customer, Manajemen dan
karyawan TPK Koja yang bahu membahu melampaui target kinerja yang ditetapkan.
Untuk mendukung pencapaian tersebut, TPK Koja sudah melakukan : Peremajaan Reach Staker dengan penambahan 1 unit, perbaikan dan penguatan dermaga dalam rangka persiapan kedatangan 3 unit QCC Koja, peremajaan RTG, penambahan Head truck dan penataan pola trafik di lapangan penumpukan.
Kinerja Keuangan Solid
Sejalan dengan kenaikan throughput TPK Koja, dari sisi keuangan, TPK Koja mencatatkan pendapatan bersih sampai November 2024 sebesar Rp. 1.65 Triliun mengalami kenaikan sebesar 10,84% dari target sebesar Rp. 1.48 Triliun.
Jika dibandingkan dengn realisasi
periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp. 1.51 Triliun mengalami kenaikan sebesar 8,86%. Tidak hanya pendapatan yang meningkat, namun Laba Usaha perusahaan juga mengalami peningkatan yang signifikan. TPK Koja berhasil membukukan laba Usaha
s.d. November 2024 sebesar Rp. 366,3 Milyar meningkat 109,19% dibandingkan dengan
periode yang sama tahun lalu sebesar Rp. 175,1 Milyar rupiah atau 79,73% dibandingkan dengan target sebesar Rp. 203 Milyar.
GM TPK Koja menyampaikan, “Pencapaian ini adalah hasil kerja keras seluruh tim dan
kolaborasi dengan para pemangku kepentingan. Kami optimis untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan menjaga kinerja positif hingga akhir tahun 2024. Di tahun 2025 TPK Koja akan mendatangkan 3 QCC baru (super post panamax) yang akan menggantikan 2 QCC
(panamax) yang lama dan 4 eRTG serta 6 unit head truck yang diharapkan akan dapat memberikan layanan yang lebih baik kepada Customer”
Hal yang akan dilakukan ke depan adalah kegiatan-kegiatan untuk melindungi dan
menciptakan nilai-nilai perusahaan sehingga mampu terus tumbuh ditengah-tengah persaingan yang ketat antara lain dengan menerapkan berbagai sistem manajemen yang ada diperusahaan, penerapan teknologi Digitaliasi dan Sistemasi Pelayanan Petikemas untuk
meningkatkan kualitas pelayanan, peremajaan alat bongkar muat yang ramah lingkungan yakni penggunaan eRTG, program Employee Wellness untuk menciptakan karyawan yang sehat, peningkatan kualitas K3 untuk meminimalkan kecelakaan kerja dan klaim serta program TJSL yang berdampak bagi stakeholder.
Keberhasilan TPK Koja, tak lepas dari peran serta stakeholder, maka TPK Koja sangat
mengapresiasi kepada KSOP, Instansi Bea & Cukai, Customer TPK Koja baik Shipping Lines, Shipper/Consignee, Freight Forwarder, EMKL, Supir angkutan petikemas yang telah mempercayakan pelayanan kapal dan petikemasnya kepada TPK Koja, Pemilik dan Manajemen KSO TPK Koja serta karyawan TPK Koja yang telah bekerja keras sehingga target dapat tercapai.
