Edisipost.com
Jakarta, 29 Desember 2025 – Komitmen Pelindo Group dalam menghadirkan pelayanan publik yang inklusif kembali diwujudkan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk PIJAR (Pijat Tunanetra). Program hasil kolaborasi Pelindo Group ini dilaksanakan di Terminal Penumpang Nusantara, Pelabuhan Tanjung Priok, Senin (29/12/2025).
Kegiatan PIJAR merupakan sinergi antara Pelindo Regional 2 Cabang Tanjung Priok, PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL), dan PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IKT). Program ini dirancang untuk memberikan manfaat nyata bagi penyandang disabilitas, khususnya tunanetra, melalui penyediaan ruang usaha dan kesempatan kerja yang berkelanjutan.
Pelaksanaan PIJAR bertepatan dengan momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), saat arus penumpang di Terminal Penumpang Nusantara mengalami peningkatan signifikan. Kehadiran layanan pijat tunanetra menjadi fasilitas tambahan bagi pengguna jasa terminal, sekaligus memperkuat nilai kepedulian sosial dan inklusivitas dalam pelayanan kepelabuhanan.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran manajemen Pelindo Group, antara lain Plt. Executive General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjung Priok Yandri Trisaputra, Senior Manager Hukum dan Humas PT Pelindo Regional 2 Wahyu Jatmiko, Senior Vice President Sekretariat Perusahaan PT Pelindo Solusi Logistik Dewi Fitriyani, Senior Manager Sekretaris Perusahaan PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk Roro Endah Dwi Liesly, serta Plt. Senior Manager Keuangan dan SDM PT Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Wijinowo.
Dalam pelaksanaannya, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok memberikan dukungan berupa pemanfaatan ruangan di Terminal Penumpang Nusantara sebagai lokasi layanan pijat. Fasilitas yang disediakan meliputi dua kursi pijat, satu kasur, kipas angin, air cooler, serta perlengkapan pendukung lainnya. Program ini melibatkan lima terapis pijat tunanetra aktif, dengan total penerima manfaat mencapai 30 orang.
Plt. Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, Yandri Trisaputra, menegaskan bahwa kolaborasi TJSL ini menjadi bagian dari upaya membangun sinergi berkelanjutan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi kelompok disabilitas.
“Melalui program PIJAR ini, kami ingin memastikan bahwa fasilitas pelabuhan tidak hanya berfungsi sebagai simpul logistik, tetapi juga sebagai ruang yang inklusif dan produktif. Kami berharap pemanfaatan Terminal Penumpang Nusantara dapat memberikan manfaat nyata bagi teman-teman pijat tunanetra, menumbuhkan semangat, serta membuka kesempatan kerja yang berkelanjutan dengan berdiri di kaki sendiri,” ujar Yandri.
Lebih lanjut, Yandri menambahkan bahwa program PIJAR sejalan dengan komitmen Pelindo Group dalam mendorong pertumbuhan UMKM skala mikro serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah operasional perusahaan.
“Keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya. Dengan dukungan dan kolaborasi yang tepat, produktivitas dapat terus tumbuh dan memberikan nilai tambah bagi semua pihak,” tambahnya.
Melalui pelaksanaan PIJAR, Pelindo Group berharap TJSL dapat terus menjadi penggerak inklusi sosial dan ekonomi, sekaligus menghadirkan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat disabilitas, khususnya tunanetra, di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok maupun wilayah operasional Pelindo Group secara luas.
