Kunjungan Kapal Pesiar Tembus 215 Call pada 2025, Pelindo Optimistis Industri Cruise Indonesia Kian Menguat

oleh
Kunjungan Kapal Pesiar Tembus 215 Call pada 2025, Pelindo Optimistis Industri Cruise Indonesia Kian Menguat

 

Edisipost.com
Jakarta, 5 Maret 2026 – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mencatat pertumbuhan signifikan pada aktivitas kunjungan kapal pesiar sepanjang 2025.

Perusahaan pelabuhan milik negara tersebut melayani 215 kunjungan kapal pesiar (call) dengan total 424.507 penumpang melalui berbagai terminal penumpang yang dikelola perseroan.

Capaian ini menunjukkan tren peningkatan yang konsisten dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023 tercatat 149 kunjungan, kemudian meningkat menjadi 190 kunjungan pada 2024, dan kembali tumbuh menjadi 215 kunjungan pada 2025.

Pertumbuhan tersebut semakin menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu destinasi penting dalam jaringan pelayaran kapal pesiar global.

Kedatangan ratusan ribu wisatawan mancanegara melalui kapal pesiar turut mendorong aktivitas pariwisata di berbagai destinasi unggulan Indonesia, mulai dari Bali hingga kawasan Nusa Tenggara dan Sulawesi. Arus kunjungan ini juga memberikan multiplier effect bagi perekonomian daerah, termasuk sektor pariwisata, transportasi, hingga usaha mikro lokal.

Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo, Ali Sodikin, mengatakan tren positif ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku industri kapal pesiar internasional terhadap kesiapan infrastruktur serta kualitas layanan pelabuhan di Indonesia.

“Pertumbuhan kunjungan kapal pesiar dalam beberapa tahun terakhir mencerminkan semakin kuatnya daya tarik Indonesia sebagai destinasi kapal pesiar. Hal ini sekaligus menunjukkan kepercayaan global terhadap kualitas layanan dan infrastruktur pelabuhan yang dikelola Pelindo,” ujar Ali.

Menurutnya, Pelindo terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, operator kapal pesiar, agen wisata, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap kunjungan kapal pesiar mampu memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan sekaligus menciptakan manfaat ekonomi yang optimal bagi masyarakat setempat.

Salah satu kontributor utama trafik kapal pesiar adalah Pelabuhan Benoa, Bali, yang tercatat sebagai hub utama dengan 65 kunjungan kapal pesiar dan 146.105 penumpang sepanjang 2025. Capaian tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan operator kapal pesiar internasional terhadap kapasitas dan kualitas layanan Benoa sebagai gerbang utama wisata bahari Indonesia.

Untuk memperkuat peran tersebut, Pelindo terus mengakselerasi pengembangan pelabuhan melalui proyek Bali Maritime Tourism Hub (BMTH). Proyek ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas sandar kapal pesiar berukuran besar sekaligus membuka peluang hadirnya lebih banyak rute pelayaran internasional menuju Bali.

Sementara itu, Direktur Pelaksana Destination Asia, Ketut Yasa, menilai pengembangan infrastruktur yang dilakukan Pelindo telah memberikan dampak signifikan terhadap pelayanan kapal pesiar di Indonesia.

“Program pengembangan pelabuhan yang dilakukan Pelindo, khususnya untuk pelabuhan kapal pesiar, telah memberikan kemudahan dalam pelayanan jasa kepelabuhanan. Pendalaman alur, perpanjangan dermaga di Pelabuhan Benoa, serta pengoperasian Terminal Gilimas memungkinkan kapal pesiar berukuran besar hingga panjang 347 meter bersandar di Indonesia,” kata Ketut.

Ia menambahkan, peningkatan kapasitas tersebut turut membuka peluang lebih besar bagi kedatangan kapal pesiar internasional dan memperbesar dampak ekonomi dari kunjungan wisatawan mancanegara.

Memasuki 2026, prospek industri kapal pesiar di Indonesia diperkirakan tetap menunjukkan tren positif. Hingga awal tahun, ratusan kunjungan kapal pesiar telah dijadwalkan dan memperoleh persetujuan untuk bersandar di berbagai pelabuhan yang dikelola Pelindo.

Ali menegaskan, melalui pengelolaan pelabuhan yang terintegrasi serta kolaborasi lintas sektor, Pelindo berkomitmen untuk terus memperkuat konektivitas maritim dan mendukung pertumbuhan industri kapal pesiar yang berkelanjutan.

“Melalui pengelolaan pelabuhan yang terintegrasi dan kolaborasi lintas sektor, Pelindo berkomitmen memperkuat konektivitas maritim sekaligus mendorong pertumbuhan industri kapal pesiar yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah,” pungkasnya.