Kolaborasi Terminal Teluk Lamong dan KSOP Tanjung Perak Hadirkan EAZI untuk Efisiensi Layanan Kapal

oleh
Kolaborasi Terminal Teluk Lamong dan KSOP Tanjung Perak Hadirkan EAZI untuk Efisiensi Layanan Kapal

Edisipost.com
SURABAYA, 17 April 2026 – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) bersama KSOP Utama Tanjung Perak resmi memperkenalkan program Optimalisasi Pemanfaatan Zona Labuh atau Express Anchorage Zone Service (EAZI).

Inisiatif ini menjadi bagian dari transformasi layanan operasional pelabuhan guna merespons meningkatnya kepadatan lalu lintas kapal di Perairan Wajib Pandu Kelas I Tanjung Perak.

Program ini juga disertai dengan sosialisasi pembaruan Sistem Operasional dan Prosedur (SISPRO) untuk pelayanan jasa pemanduan dan penundaan kapal. Langkah tersebut bertujuan meningkatkan standar keselamatan pelayaran sekaligus mendorong efisiensi layanan, khususnya di terminal petikemas yang dikelola TTL, yaitu TPK Teluk Lamong, TPK Berlian, dan TPK Nilam.

Kegiatan sosialisasi dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan kepelabuhanan, termasuk Distrik Navigasi Tanjung Perak, KSOP Gresik, Pelindo Regional 3, asosiasi pengguna jasa seperti INSA dan ISAA, serta para pengguna jasa kepelabuhanan.

Direktur Utama TTL, David Pandapotan Sirait, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam mendorong inovasi pelabuhan. “Kami mengapresiasi sinergi seluruh pemangku kepentingan di Tanjung Perak.

Kolaborasi ini memastikan program EAZI berjalan optimal dan mampu menghadirkan efisiensi nyata, terutama melalui pengurangan waktu ship to ship dan port stay,” ujarnya.

Dalam implementasinya, layanan EAZI memiliki sejumlah ketentuan teknis, antara lain panjang kapal maksimal 150 meter, waktu tunggu maksimal enam jam sejak berlabuh, serta proses ship to ship maksimal satu jam. Program ini juga mengedepankan transparansi dan digitalisasi melalui integrasi sistem Inaportnet dengan platform Phinnisi milik Pelindo.

Langkah ini sejalan dengan visi TTL dalam membangun ekosistem Smart Port yang mampu menekan waktu tunggu kapal dan biaya logistik nasional.

Kepala KSOP Utama Tanjung Perak, Agustinus Maun, menyampaikan optimisme terhadap implementasi EAZI. “Pemanfaatan Zona Labuh 2 akan membuat pelayanan kapal lebih efektif dan menjadi pendorong pertumbuhan volume petikemas serta ekonomi Jawa Timur. Dengan EAZI, operasional kapal menjadi lebih efisien dan akuntabel,” tegasnya.

Dari sisi pengguna jasa, inovasi ini dinilai membawa dampak signifikan. Waktu transisi kapal yang sebelumnya mencapai 4–6 jam kini ditargetkan menjadi maksimal dua jam tanpa mengabaikan aspek keselamatan.

Perwakilan PT SPIL, Harmin, turut menyampaikan dukungannya. “EAZI merupakan solusi konkret untuk mengurangi waktu proses ship to ship dan port stay. Kami siap mendukung implementasi program ini demi kelancaran arus barang,” ujarnya.

Melalui optimalisasi layanan ini, TTL berharap EAZI dapat menjadi katalis positif bagi pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. Dengan sistem logistik yang semakin efisien, perusahaan optimistis mampu meningkatkan throughput petikemas serta memperkuat rantai pasok nasional.

No More Posts Available.

No more pages to load.