Sumaryoto Nilai Program MBG Positif, Tekankan Perbaikan Manajemen dan Pengawasan

oleh
Sumaryoto Nilai Program MBG Positif, Tekankan Perbaikan Manajemen dan Pengawasan

Edisipost.com
Rektor Universitas Indraprasta PGRI, Prof. Dr. H. Sumaryoto, menyampaikan pandangannya mengenai program MBG yang dinilai memiliki tujuan baik karena telah melalui proses perencanaan yang matang dan pertimbangan yang komprehensif. (21/04/2026)

Menurutnya, secara konsep program tersebut bersifat positif. Ia mengatakan, “Nama sebuah program pasti baik, karena sudah melalui perencanaan matang dan pertimbangan yang cukup komprehensif. Dari sisi itu, tentu positif.”

Namun demikian, ia mengakui bahwa dalam pelaksanaan, munculnya kesalahan merupakan hal yang wajar, terutama jika program tersebut bersinggungan dengan kepentingan politik. “Kalau dalam pelaksanaannya kemudian muncul kesalahan, itu wajar. Apalagi jika sudah ada unsur politik yang ikut bermain,” ujarnya.

Ia juga menyoroti adanya pihak-pihak yang memanfaatkan situasi untuk kepentingan tertentu. “Lawan politik sering memanfaatkan peluang untuk menjadikan MBG seolah-olah program yang menghamburkan uang. Ketika muncul kasus seperti keracunan, itu langsung dibesar-besarkan,” kata Sumaryoto.

Menurutnya, dinamika tersebut semakin diperkuat oleh peran media sosial. “Informasi bisa dengan mudah disebarluaskan, bahkan ditambah-tambah sehingga tidak sesuai dengan fakta aslinya,” tambahnya.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa program MBG akan memberikan dampak besar jika dijalankan dengan benar, disiplin, dan jujur. “Program ini bisa menyentuh kehidupan masyarakat luas, terutama kalangan bawah dan pelaku UMKM,” jelasnya.

Ia juga mengakui bahwa tantangan dalam pengawasan menjadi salah satu faktor munculnya masalah di lapangan. “Mengawasi jutaan orang bukan perkara mudah. Karena itu, yang perlu dibenahi adalah manajemen, pengawasan, dan sistem kontrolnya,” ujarnya.

Sumaryoto berharap masyarakat dapat bersikap konstruktif dalam menyikapi kekurangan yang ada. “Ini program baru, jadi wajar jika masih banyak kekurangan. Seharusnya kita bergotong royong memperbaiki, bukan justru membesar-besarkan masalah atau memprovokasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa sikap oposisi dalam politik seharusnya dilakukan secara sehat. “Kalau sudah ada pilihan dalam demokrasi, seharusnya didukung. Oposisi yang sehat itu penting, tapi bukan yang merusak atau sekadar mencari-cari kesalahan,” katanya.

Terkait implementasi, ia menekankan pentingnya penataan yang baik agar program tidak menimbulkan masalah baru akibat banyaknya kepentingan yang terlibat. Ia juga menilai program ini berpotensi memperkuat sektor ekonomi kecil.

“UMKM adalah sektor yang cukup kuat menghadapi krisis karena bergerak di lapisan bawah. Dari sisi pemerataan dan kesejahteraan rakyat kecil, program ini tepat,” jelasnya.

Di akhir pernyataannya, ia menegaskan bahwa program MBG perlu diarahkan agar tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan. “Sekolah-sekolah rakyat yang harus diprioritaskan. Dengan manajemen yang baik, saya yakin MBG adalah program yang bagus,” pungkasnya.