IPC TPK Perkuat Budaya Keselamatan Kerja, Tegaskan Safety sebagai Prioritas Utama Operasional

oleh
IPC TPK Perkuat Budaya Keselamatan Kerja, Tegaskan Safety sebagai Prioritas Utama Operasional

Edisipost.com
Jakarta, 5 Mei 2026 – Keselamatan kerja menjadi fondasi utama dalam mendukung kelancaran aktivitas bongkar muat di terminal petikemas yang beroperasi dengan intensitas tinggi. Menyadari hal tersebut, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) terus memperkuat komitmennya dalam membangun budaya kerja aman melalui berbagai inisiatif strategis yang melibatkan seluruh insan pelabuhan, termasuk mitra kerja.

Komitmen ini kembali ditegaskan melalui kegiatan Sharing Session: Safety Awareness 2026 yang diselenggarakan secara hybrid di Aula Gedung Pelindo Regional 2 Cabang Tanjung Priok pada 30 April 2026. Mengusung tema “Peran Kesehatan dan Behavior Based Safety dalam Pencegahan Kecelakaan Kerja pada Pekerja Kantor dan Lapangan”, forum ini menjadi wadah untuk meningkatkan kesadaran kolektif akan pentingnya keselamatan kerja di lingkungan terminal.

Direktur Utama IPC TPK, Guna Mulyana, menekankan bahwa keselamatan tidak boleh dikompromikan dalam kondisi apa pun. “Tidak ada pencapaian operasional yang sebanding dengan risiko kehilangan nyawa akibat kecelakaan kerja. Kita bekerja tidak lain datang selamat dan pulang selamat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa seiring meningkatnya kinerja operasional perusahaan dari tahun ke tahun, seluruh pekerja diharapkan mampu mengubah perilaku kerja dengan lebih mengedepankan aspek keselamatan. “Kami menghimbau seluruh pekerja untuk terus mengubah behavior agar lebih mengutamakan safety dan peduli terhadap kondisi kerja,” tambahnya.

Menurut Guna, kecelakaan kerja tidak hanya berdampak pada kerugian moril dan materiil, tetapi juga berpotensi mengganggu operasional terminal serta rantai logistik di pelabuhan. Oleh karena itu, penguatan budaya keselamatan harus menjadi kebiasaan yang tertanam dalam setiap aktivitas kerja.

Dalam konteks operasional terminal yang berjalan selama 24 jam dengan risiko tinggi akibat penggunaan alat berat dan mobilitas yang padat, IPC TPK menilai pendekatan Behavior Based Safety (BBS) sebagai langkah efektif untuk membentuk perilaku kerja yang disiplin, waspada, dan berorientasi pada pencegahan risiko.

Sementara itu, pakar kesehatan okupasi dr. Muhammad Ilyas, Sp. OK, yang hadir sebagai narasumber utama, menyoroti bahwa sebagian besar kecelakaan kerja dipicu oleh faktor perilaku tidak aman, rendahnya kesadaran terhadap risiko, serta kelelahan kerja (fatigue) yang kerap tidak disadari.

Ia menegaskan pentingnya penerapan fatigue management, pola hidup sehat, serta peningkatan awareness sebagai upaya meminimalisir human error di lingkungan kerja dengan tingkat risiko tinggi seperti terminal petikemas.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Yandri Trisaputra, mitra perusahaan bongkar muat, serta jajaran manajemen IPC TPK. Kehadiran para pemangku kepentingan ini mencerminkan pentingnya kolaborasi dalam membangun budaya keselamatan kerja yang berkelanjutan.

Melalui penyelenggaraan Safety Awareness 2026, IPC TPK kembali menegaskan komitmennya untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap lini operasional. Perusahaan meyakini bahwa produktivitas yang optimal hanya dapat dicapai apabila seluruh pekerja dapat bekerja secara aman, sehat, dan selamat.

“Harapan ke depannya, mari sama-sama kita lakukan perbaikan-perbaikan untuk terus mengutamakan safety, baik bagi pekerja lapangan maupun back office,” tutup Guna.