IPC TPK Panjang Perkuat Kapasitas Bongkar Muat dengan Kehadiran QCC Post Panamax Baru

oleh
IPC TPK Panjang Perkuat Kapasitas Bongkar Muat dengan Kehadiran QCC Post Panamax Baru

 

Edisipost.com
Bandar Lampung, 16 Mei 2026 – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Panjang terus memperkuat infrastruktur bongkar muat guna meningkatkan kapasitas layanan serta mendukung kelancaran arus logistik di wilayah Sumatera Bagian Selatan. Upaya tersebut diwujudkan melalui penambahan satu unit Quay Container Crane (QCC) berjenis Post Panamax yang tiba di Pelabuhan Panjang menggunakan kapal MV Zheng Hua 37 dari China.

Kehadiran crane baru ini menjadi bagian dari program investasi strategis Pelindo Terminal Petikemas dalam meningkatkan kapasitas dan produktivitas operasional terminal. Dengan tambahan alat tersebut, IPC TPK Area Panjang kini memiliki total empat unit QCC yang siap memperkuat layanan kapal dan arus petikemas.

Langkah ini diambil sebagai respons atas pertumbuhan volume arus petikemas yang meningkat signifikan. Sepanjang tahun 2025, IPC TPK Panjang mencatat arus petikemas mencapai 128.675 TEUs atau tumbuh sekitar 24 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 103.700 TEUs.

Manager IPC TPK Area Panjang, Anang Subagyono, mengatakan bahwa penambahan QCC Post Panamax merupakan langkah strategis perusahaan dalam meningkatkan daya saing pelabuhan sekaligus memperkuat rantai logistik nasional di wilayah Lampung dan sekitarnya.

“Penambahan QCC Post Panamax ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas layanan dan produktivitas terminal. Kami ingin memastikan IPC TPK Panjang mampu menjawab kebutuhan pengguna jasa seiring meningkatnya aktivitas logistik dan arus petikemas di wilayah Sumatera Bagian Selatan,” ujar Anang saat meninjau kedatangan alat tersebut.

Crane raksasa tersebut tiba di Pelabuhan Panjang pada Kamis (14/5) dengan diangkut kapal MV Zheng Hua 37. Secara teknis, QCC Post Panamax ini memiliki outreach sepanjang 45 meter dengan kemampuan menjangkau 16 hingga 17 baris petikemas. Spesifikasi tersebut memungkinkan terminal melayani kapal berkapasitas besar secara lebih efisien dan optimal.

Setelah proses sandar selesai, tim teknis akan melakukan tahapan rolling-off atau penurunan crane menuju dermaga terminal. Selanjutnya, alat tersebut akan menjalani serangkaian proses instalasi sistem, commissioning test atau uji beban, hingga integrasi dengan Terminal Operating System (TOS) sebelum dioperasikan penuh.
Anang menambahkan, investasi infrastruktur ini diharapkan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi regional sekaligus memperkuat posisi Pelabuhan Panjang sebagai gerbang logistik utama di Sumatera Bagian Selatan.

“Kedatangan unit QCC Post Panamax ini menandai babak baru modernisasi di Pelabuhan Panjang. Kami ingin memastikan infrastruktur yang kami miliki tidak hanya mampu menopang tren peningkatan operasional saat ini, tetapi juga siap menjadi katalisator utama bagi pertumbuhan ekonomi dan kelancaran arus logistik nasional di wilayah Lampung dan sekitarnya,” tutupnya.