Edisipost.com
BANTEN, 20 Mei 2026 – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Banten terus memperkuat kualitas pelayanan di Pelabuhan Ciwandan melalui sistem operasional yang terintegrasi, cepat, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan industri. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kelancaran distribusi logistik nasional serta menjaga stabilitas rantai pasok di wilayah Banten dan sekitarnya.
Sebagai salah satu pelabuhan strategis di Provinsi Banten, Pelabuhan Ciwandan memiliki peran penting dalam melayani arus logistik, khususnya komoditas curah kering, curah cair, serta berbagai bahan baku industri. Tingginya aktivitas industri di kawasan tersebut mendorong Pelindo Regional 2 Banten untuk terus menghadirkan pelayanan yang optimal, efisien, dan tepat waktu bagi seluruh pengguna jasa.
Penguatan pelayanan dilakukan melalui penerapan standar layanan yang terukur berdasarkan Service Level Agreement (SLA) dan Service Level Guarantee (SLG). Melalui standar tersebut, setiap proses pelayanan mulai dari sandar kapal, bongkar muat, hingga administrasi memiliki target waktu dan indikator layanan yang jelas.
Selain itu, dukungan fasilitas operasional yang memadai serta koordinasi layanan yang terintegrasi turut mempercepat proses pelayanan di lapangan sehingga aktivitas logistik dapat berjalan lebih aman, efektif, dan efisien.
General Manager Pelindo Regional 2 Banten, Benny Ariadi, menegaskan bahwa perusahaan terus berupaya menghadirkan pelayanan terbaik yang mampu menjawab kebutuhan pelanggan dan dinamika industri yang terus berkembang.
“Pelindo Regional 2 Banten terus berupaya menghadirkan pelayanan sepenuh hati yang cepat, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Melalui standar pelayanan yang terukur, didukung sistem yang terintegrasi serta koordinasi operasional yang fleksibel, kami ingin memastikan setiap aktivitas di Pelabuhan Ciwandan dapat berjalan lancar, efektif, dan memberikan hasil yang optimal,” ujar Benny Ariadi.
Pelayanan adaptif juga diwujudkan melalui kemampuan operasional dalam menyesuaikan kebutuhan teknis di lapangan secara fleksibel. Penyesuaian tersebut mencakup pengaturan pola operasional, kesiapan peralatan, pengelolaan tenaga kerja, hingga koordinasi intensif dengan pengguna jasa agar aktivitas bongkar muat dan distribusi tetap berjalan lancar di tengah dinamika kebutuhan industri.
Menurut Benny, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran rantai pasok sekaligus memperkuat peran Pelabuhan Ciwandan sebagai simpul logistik nasional yang andal dan berdaya saing.
“Ke depan, kami akan terus melakukan evaluasi dan pengembangan guna meningkatkan kualitas pelayanan serta memperkuat sinergi dengan seluruh pihak. Kami berharap Pelabuhan Ciwandan dapat memberikan kontribusi yang semakin besar bagi kelancaran distribusi logistik serta pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional,” tutupnya.
