Geopolitik Global Dorong Penguatan Radar dan SDM Penerbang TNI AU

oleh
Geopolitik Global Dorong Penguatan Radar dan SDM Penerbang TNI AU

Edisipost.com

Jakarta – Perkembangan geopolitik global yang semakin dinamis mendorong penguatan kesiapsiagaan pertahanan nasional, termasuk peningkatan pengawasan wilayah udara dan pembangunan sumber daya manusia unggul sebagai bagian dari antisipasi terhadap spektrum ancaman modern yang terus berkembang.

Isu tersebut menjadi salah satu fokus dalam Rapat Kerja Komisi I DPR RI bersama Kementerian Pertahanan dan TNI di Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta, Selasa (19/5/2026), yang membahas perkembangan geopolitik global serta keterlibatan pasukan perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Dalam rapat tersebut, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M., menegaskan bahwa pemerintah melalui Kementerian Pertahanan terus memperkuat sistem pengawasan udara nasional melalui penambahan radar secara bertahap untuk menutup wilayah blind spot di Indonesia.

Penguatan radar dinilai menjadi bagian penting dalam membangun sistem deteksi dan pengendalian udara yang lebih adaptif terhadap tantangan keamanan kawasan, termasuk meningkatnya kompleksitas aktivitas udara dan dinamika ancaman lintas batas.

Selain penguatan teknologi pengawasan, TNI AU juga memprioritaskan peningkatan kualitas SDM penerbang melalui penyempurnaan sistem rekrutmen dan pendidikan sekolah penerbang. Langkah tersebut diarahkan untuk mempercepat kesiapan operasional penerbang muda agar mampu menjawab kebutuhan operasi udara modern yang menuntut profesionalisme, ketepatan, dan adaptabilitas tinggi.

Sementara itu, dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi I DPR RI Drs. Utut Adianto, Komisi I DPR RI mengapresiasi komitmen Kemhan dan TNI dalam menjaga kedaulatan NKRI, memperkuat transformasi sistem pertahanan negara, serta mendukung pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) guna mengamankan program strategis nasional.

Penguatan kesiapsiagaan nasional tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan pertahanan negara tetap responsif menghadapi perubahan lingkungan strategis global sekaligus menjaga stabilitas dan kedaulatan nasional.