Edisipost.com
Jakarta – Perkembangan pola perang modern yang semakin kompleks mendorong TNI Angkatan Udara menyiapkan Latihan Angkasa Yudha 2026 dengan skenario yang lebih realistis, adaptif, dan terintegrasi untuk menghadapi spektrum ancaman udara masa kini, mulai dari drone, rudal, hingga serangan siber.
Kesiapan tersebut menjadi perhatian Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M., saat menerima paparan Rencana Garis Besar (RGB) Latihan Angkasa Yudha 2026 yang disampaikan Komandan Kodiklatau Marsdya TNI Dr. T.B.H. Age Wiraksono, S.I.P., M.A., di Mabesau, Jakarta Timur, Selasa (26/5/2026).
Kasau menjelaskan bahwa Latihan Angkasa Yudha 2026 akan dikombinasikan dengan Latgab TNI guna memperkuat interoperabilitas antarmatra sekaligus menguji kemampuan operasi udara secara lebih komprehensif dalam skenario peperangan modern.
Menurut Kasau, karakter ancaman saat ini telah mengalami perubahan signifikan. Ancaman tidak lagi hanya datang melalui pertempuran udara konvensional, tetapi juga melalui pemanfaatan drone, rudal presisi, hingga serangan siber yang mampu memengaruhi efektivitas operasi militer.
Karena itu, Kasau menekankan agar skenario latihan disusun sedekat mungkin dengan kondisi nyata di medan operasi, termasuk mengakomodasi berbagai kemungkinan terburuk yang dapat terjadi dalam pelaksanaan tugas.
“Ancaman udara tanpa awak juga harus mulai kita akomodasi secara lebih konseptual dalam skenario latihan,” ujar Kasau.
Selain ancaman udara tanpa awak, penguatan unsur cyber defense turut menjadi perhatian untuk mengukur kesiapan personel dalam menghadapi ancaman digital yang terus berkembang dan semakin terintegrasi dalam pola perang modern.
Kasau juga meminta agar hasil evaluasi Latihan Angkasa Yudha sebelumnya dijadikan pijakan untuk menyempurnakan konsep maupun pelaksanaan latihan ke depan, sehingga latihan tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi benar-benar mampu meningkatkan kesiapan operasi TNI AU secara nyata.
Di akhir arahannya, Kasau menegaskan pentingnya menjadikan aspek keselamatan (safety) sebagai prioritas utama serta berharap Latihan Angkasa Yudha 2026 dapat menjadi wahana implementasi doktrin terbaru TNI AU, Swa Bhuwana Paksa.
Melalui latihan yang semakin realistis dan terintegrasi tersebut, TNI AU terus memperkuat kesiapan operasi udara nasional dalam menghadapi dinamika ancaman modern dan menjaga kedaulatan udara Indonesia.
