Edisipost.com
Jakarta, 5 Juni 2026 – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) (Persero) resmi menerima tujuh sertifikat ISO terintegrasi dari PT TÜV NORD Indonesia sebagai bentuk pengakuan atas komitmen perusahaan dalam memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas layanan, serta menerapkan standar internasional di seluruh aspek operasional perusahaan.
Penyerahan sertifikat dilakukan secara langsung oleh Direktur PT TÜV NORD Indonesia, Gde Bayu Wicaksana, kepada Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PELNI, Anik Hidayati, dalam seremoni yang berlangsung di Kantor Pusat PELNI, Jakarta, Kamis (4/6).
Tujuh sertifikasi yang berhasil diraih PELNI meliputi ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu, ISO 14001:2015 Sistem Manajemen Lingkungan, ISO 45001:2018 Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan, ISO 37301:2021 Sistem Manajemen Kepatuhan, ISO 55001:2024 Sistem Manajemen Aset, serta ISO 27001:2022 Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PELNI, Anik Hidayati, mengatakan pencapaian tersebut merupakan tonggak penting dalam perjalanan transformasi perusahaan menuju tata kelola yang semakin profesional, akuntabel, dan berdaya saing.
“Pencapaian ini merupakan cerminan budaya kerja yang terstandar, tata kelola yang akuntabel, kepedulian terhadap lingkungan dan keselamatan kerja, serta komitmen terhadap integritas dan kepatuhan hukum yang telah mengakar di seluruh organisasi PELNI. Dengan diraihnya sertifikasi ini, PELNI semakin menegaskan posisinya sebagai perusahaan pelayaran nasional yang tidak hanya unggul dalam konektivitas maritim, tetapi juga dalam kualitas pengelolaan perusahaan,” ujar Anik.
Ia menjelaskan, implementasi Sistem Manajemen Terintegrasi telah dimulai sejak pertengahan 2025 melalui berbagai tahapan strategis, mulai dari persiapan, pelatihan, implementasi, hingga audit eksternal yang melibatkan seluruh unit kerja perusahaan.
Menurut Anik, keberhasilan memperoleh sertifikasi tersebut tidak hanya menjadi pengakuan atas upaya yang telah dilakukan, tetapi juga menjadi pemacu semangat bagi seluruh insan PELNI untuk terus menjaga konsistensi penerapan standar internasional.
“Pencapaian ini menjadi motivasi bagi seluruh insan PELNI untuk terus menjaga konsistensi penerapan standar dan melakukan perbaikan berkelanjutan dalam setiap aspek operasional perusahaan,” tambahnya.
Proses sertifikasi ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan PELNI dalam memastikan seluruh aktivitas bisnis berjalan sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG), manajemen risiko yang efektif, serta standar keselamatan, keamanan, dan kepatuhan yang diakui secara global.
Dengan diraihnya tujuh sertifikasi ISO terintegrasi tersebut, PELNI optimistis dapat terus meningkatkan kualitas layanan transportasi dan logistik maritim yang aman, andal, dan kompetitif guna mendukung konektivitas nasional serta pertumbuhan ekonomi Indonesia.
