Sikatan Daya 2026 Uji Respons Lanud Abdulrachman Saleh Hadapi Ancaman Bom di Pesawat

oleh
Sikatan Daya 2026 Uji Respons Lanud Abdulrachman Saleh Hadapi Ancaman Bom di Pesawat

Edisipost.com

Malang –  Kemampuan personel dalam merespons ancaman bom pada pesawat udara diuji dalam Latihan Kesiagaan I Kodau II “Sikatan Daya” TA 2026 yang digelar di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Rabu (3/6/2026).

Latihan tersebut disaksikan Kaskodau II Marsma TNI Hermawan Widhianto, S.E., M.M., didampingi Danlanud Abdulrachman Saleh Marsma TNI Reza R.R. Sastranegara, S.Sos., M.A.P.

Skenario latihan diawali saat Air Traffic Control (ATC) Lanud Abdulrachman Saleh menerima informasi dari Radar Surabaya mengenai ancaman bom terhadap pesawat Cassa 212 registrasi PK-ABD. Berdasarkan hasil koordinasi, pesawat tersebut diarahkan untuk melaksanakan pendaratan darurat di Lanud Abdulrachman Saleh dan mendapatkan prioritas pendaratan.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Danlanud Abdulrachman Saleh selaku Dansatgas memerintahkan pelaksanaan pengamanan pangkalan, penanganan ancaman, serta evakuasi penumpang dan awak pesawat sesuai prosedur yang berlaku. Setelah mendarat dengan aman, pesawat diarahkan menuju area isolasi untuk mengurangi risiko terhadap fasilitas pangkalan maupun aktivitas penerbangan lainnya.

Personel Korpasgat dan Pomau segera mengamankan area sekitar pesawat, sementara tim K-9 dan Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) melaksanakan pemeriksaan menyeluruh. Dalam proses penyisiran, tim menemukan sebuah tas yang dicurigai sebagai sumber ancaman.

Selanjutnya, tim Jihandak melaksanakan prosedur Explosive Ordnance Disposal (EOD) untuk mengamankan benda mencurigakan tersebut. Objek kemudian dipindahkan menggunakan drum trailer menuju area demolisi sebelum dimusnahkan sesuai standar keamanan yang berlaku.

Melalui skenario ini, Latihan Kesiagaan I Kodau II “Sikatan Daya” TA 2026 menjadi sarana untuk menguji kesiapan personel, efektivitas prosedur penanganan ancaman, serta koordinasi antarunsur dalam menghadapi situasi kontingensi di lingkungan pangkalan udara.