IPC TPK ReWear Project: Sulap 209 Kilogram Seragam Bekas Jadi Produk Bernilai, Dukung ESG dan SDGs

oleh
IPC TPK ReWear Project: Sulap 209 Kilogram Seragam Bekas Jadi Produk Bernilai, Dukung ESG dan SDGs

Edisipost.com

Jakarta, 12 Juni 2026 – PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) kembali menunjukkan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan melalui peluncuran program “IPC TPK ReWear Project”, sebuah inisiatif pengelolaan limbah tekstil berbasis upcycling yang menjadi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) pertama di lingkungan Pelindo Group yang berfokus pada pemanfaatan kembali seragam bekas karyawan.

Mengusung tagline “Langkah Kecil Dampak Besar”, program ini dirancang untuk mendorong budaya hidup berkelanjutan (sustainable way of life) di lingkungan perusahaan melalui aksi sederhana yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan. Inisiatif tersebut juga menjadi bagian dari implementasi prinsip circular economy sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi Scope 3 melalui pemanfaatan kembali material tekstil yang berpotensi menjadi limbah.

Melalui program ini, IPC TPK berhasil mengumpulkan lebih dari 209 kilogram seragam bekas dari berbagai unit kerja. Seragam tersebut kemudian diolah menjadi berbagai produk fungsional bernilai guna, seperti shopping bag, pouch, dan laptop pouch. Selain memperpanjang siklus hidup material, langkah ini menjadi bentuk pengelolaan limbah yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Upaya tersebut sejalan dengan tantangan global terkait limbah tekstil. Industri fesyen diketahui menjadi salah satu penyumbang emisi karbon terbesar di dunia, dengan kontribusi sekitar 8–10 persen terhadap total emisi global dan menghasilkan lebih dari 92 juta ton limbah tekstil setiap tahun. Menjawab tantangan tersebut, IPC TPK menghadirkan ReWear Project sebagai solusi nyata yang tidak hanya berfokus pada pengurangan limbah, tetapi juga membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya keberlanjutan.

Sekretariat Perusahaan IPC TPK, Daniel Setiawan, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari implementasi komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-12 tentang Responsible Consumption and Production serta tujuan ke-13 mengenai Climate Action.

“Melalui IPC TPK ReWear Project, kami ingin menghadirkan solusi nyata dalam pengelolaan limbah tekstil sekaligus membangun kesadaran bersama bahwa sustainability dapat dimulai dari langkah sederhana di lingkungan kerja. Program ini menjadi wujud komitmen IPC TPK dalam mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam aktivitas perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Daniel Setiawan.

Lebih dari sekadar program pengelolaan limbah, ReWear Project juga mencerminkan keterlibatan aktif seluruh karyawan dalam membangun budaya kerja yang lebih peduli terhadap lingkungan. Partisipasi pegawai dalam mengumpulkan seragam bekas menjadi simbol kolaborasi internal perusahaan dalam menciptakan dampak keberlanjutan yang nyata dan berkelanjutan.

Dari sisi lingkungan, pemanfaatan kembali 209 kilogram seragam bekas melalui ReWear Project berpotensi menghindari emisi karbon sekitar 5,23 ton CO₂e. Dampak tersebut setara dengan kemampuan serapan karbon tahunan sekitar 1 hektare lahan vegetasi tropis atau sekitar 10.000 meter persegi area hijau, serta berkontribusi pada penghematan lebih dari 5,2 juta liter air.

Melalui program ini, IPC TPK berharap dapat menginspirasi lahirnya berbagai inisiatif serupa di sektor kepelabuhanan dan logistik nasional. ReWear Project menjadi bukti bahwa langkah sederhana dalam pengelolaan limbah dapat memberikan kontribusi besar bagi pelestarian lingkungan sekaligus memperkuat praktik bisnis yang berkelanjutan.

“Kami percaya bahwa keberlanjutan bukan hanya tanggung jawab perusahaan, tetapi juga hasil dari kolaborasi seluruh insan perusahaan. ReWear Project menjadi salah satu langkah nyata IPC TPK dalam menciptakan nilai tambah bagi lingkungan, masyarakat, dan masa depan yang lebih berkelanjutan,” tutup Daniel Setiawan.