Edisipost.com
Surabaya, 19 Juni 2026 – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan terbaik bagi pelanggan melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM). Sebagai bagian dari upaya tersebut, TTL bekerja sama dengan PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia (PMLI) menyelenggarakan pelatihan “Komunikasi Efektif untuk Pelayanan Prima” pada 18–19 Juni 2026 di Hotel Aloft Surabaya.
Pelatihan ini diikuti oleh 40 pegawai TTL Group yang berasal dari berbagai jenjang, mulai dari staf hingga senior leader. Program tersebut dirancang untuk membangun pemahaman bersama bahwa kualitas pelayanan merupakan tanggung jawab seluruh insan perusahaan dalam mendukung kepuasan pelanggan, meningkatkan daya saing, serta menjaga keberlanjutan kinerja bisnis.
Sebagai operator terminal peti kemas modern yang berorientasi pada kualitas layanan, TTL memandang kemampuan komunikasi yang efektif sebagai salah satu kompetensi utama dalam menciptakan pengalaman pelanggan (customer experience) yang unggul. Di tengah dinamika industri kepelabuhanan dan logistik yang menuntut kecepatan, ketepatan, dan kolaborasi, kualitas komunikasi menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan pelanggan, memperkuat hubungan jangka panjang, serta menghadirkan solusi yang responsif dan tepat sasaran.
Pelayanan prima, menurut TTL, tidak hanya menjadi tanggung jawab fungsi Customer Service atau Customer Care. Seluruh unit kerja memiliki kontribusi yang sama pentingnya dalam menciptakan pengalaman pelanggan yang positif, mulai dari operasional, planner, operation support, hingga fungsi Quality, Health, Safety, Security and Environment (QHSSE).
Dalam sambutannya, Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan harus berjalan seiring dengan pertumbuhan kinerja operasional perusahaan.
“TTL saat ini mencatat pertumbuhan throughput yang sangat signifikan. Seiring meningkatnya volume arus peti kemas, tantangan pelayanan juga semakin kompleks. Ekspektasi pelanggan terus berkembang dan setiap masukan yang kami terima harus menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan,” ujar David.
Ia menambahkan bahwa tantangan tersebut harus dijawab dengan kesiapan seluruh insan perusahaan untuk memberikan pelayanan yang cepat, responsif, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan.
“Service excellence bukan hanya tanggung jawab fungsi Customer Service, melainkan tanggung jawab seluruh pegawai PT Terminal Teluk Lamong. Setiap insan TTL, baik yang berada di lini operasional maupun fungsi pendukung, memiliki peran dalam membentuk pengalaman pelanggan. Dengan semangat kolaborasi dan budaya melayani dengan hati, saya yakin TTL mampu menghadirkan layanan yang konsisten, responsif, dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pengguna jasa,” tambahnya.
Selama dua hari pelatihan, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai konsep service excellence, teknik membangun kesan pertama yang positif, komunikasi verbal dan nonverbal yang efektif, etika pelayanan melalui berbagai media komunikasi, hingga strategi penanganan keluhan pelanggan secara profesional, objektif, dan berorientasi pada solusi.
Untuk memastikan materi dapat diterapkan secara optimal dalam lingkungan kerja, pelatihan dikemas secara interaktif melalui diskusi, studi kasus, simulasi, dan praktik langsung yang relevan dengan tantangan operasional sehari-hari.
Melalui kolaborasi dengan PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia, TTL berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan kompetensi yang diperoleh dalam aktivitas kerja sehari-hari. Penguatan kapasitas SDM ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan, memperkuat kepuasan dan loyalitas pelanggan, serta mendukung transformasi TTL sebagai terminal peti kemas modern yang andal, profesional, dan berdaya saing global.
“Pada akhirnya, keberhasilan operasional tidak hanya diukur dari produktivitas dan capaian kinerja, tetapi juga dari bagaimana pelanggan merasakan kualitas layanan yang kita berikan. Pengalaman pelanggan yang positif adalah fondasi utama bagi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” tutup David.
