Tetap jaga Persatuan dan jangan terprovokasi propaganda Film Pesta Babi

oleh
Tetap jaga Persatuan dan jangan terprovokasi propaganda Film Pesta Babi

Edisipost.com

Sebagai mahasiswa yang menjunjung tinggi nilai-nilai intelektualitas, demokrasi, dan persatuan bangsa, mahasiswa menghimbau dan mengajak seluruh masyarakat untuk menyikapi berbagai isu dengan kepala dingin dan tidak mudah terprovokasi, hal tersebut disampaikan oleh Sdr. Salim selaku Koordinator Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Indonesia dalam wawancaranya kepada media di Jakarta tanggal 20 Juni 2026.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menyikapi berbagai informasi, karya seni, maupun isu yang berkembang di ruang publik dengan kepala dingin dan penuh kebijaksanaan. Salah satu isu yang saat ini menjadi perhatian sebagian kalangan adalah terkait film Pesta Babi yang memunculkan beragam tanggapan dan perdebatan di tengah masyarakat” ucap yang bersangkutan.

Perbedaan pandangan terhadap sebuah karya film merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Setiap individu memiliki latar belakang, pengalaman, dan sudut pandang yang berbeda dalam menilai suatu karya. Oleh karena itu, respons yang muncul pun dapat beragam, mulai dari dukungan, kritik, hingga penolakan. Namun demikian, perbedaan tersebut hendaknya tidak menjadi alasan untuk menimbulkan perpecahan, konflik, maupun tindakan yang bertentangan dengan hukum.

“Kami mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak mudah terprovokasi oleh narasi-narasi yang berkembang tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu. Di era digital saat ini, informasi dapat menyebar dengan sangat cepat melalui berbagai platform media sosial. Tidak jarang informasi yang beredar telah mengalami distorsi, dipotong sebagian konteksnya, atau bahkan sengaja disebarluaskan untuk memancing emosi publik. Oleh sebab itu, sikap kritis dan kemampuan menyaring informasi menjadi sangat penting agar masyarakat tidak terjebak dalam arus provokasi” tambah Salim.

“Sebagai mahasiswa, kami meyakini bahwa setiap persoalan dapat diselesaikan melalui dialog, diskusi, dan mekanisme yang sesuai dengan aturan yang berlaku. Apabila terdapat pihak-pihak yang merasa keberatan atau memiliki kritik terhadap suatu karya, maka penyampaian pendapat dapat dilakukan secara santun, argumentatif, dan melalui jalur yang konstruktif. Langkah tersebut tidak hanya mencerminkan kedewasaan dalam berdemokrasi, tetapi juga menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga persatuan dan ketertiban sosial” lanjut Salim.

“Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk menghindari tindakan-tindakan yang dapat memperkeruh suasana, seperti penyebaran ujaran kebencian, fitnah, provokasi, maupun ajakan melakukan kekerasan. Tindakan semacam itu tidak akan menyelesaikan permasalahan, melainkan justru berpotensi menimbulkan konflik yang lebih luas dan merugikan banyak pihak. Kedamaian dan keamanan merupakan kondisi yang harus dijaga bersama demi terciptanya kehidupan bermasyarakat yang harmonis” Tutup Salim.

Di tengah berbagai perbedaan pandangan yang ada, penting bagi kita untuk tetap mengedepankan rasa saling menghormati. Indonesia dibangun di atas keberagaman suku, agama, budaya, dan pandangan hidup. Oleh karena itu, semangat toleransi dan persaudaraan harus senantiasa menjadi landasan dalam menyikapi setiap persoalan yang muncul di ruang publik.