Edisipost.com
Muaro Jambi, 9 Juli 2026 – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Jambi terus memperkuat budaya keselamatan kerja melalui penguatan kompetensi pekerja dan pembelajaran berkelanjutan. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan operasional di kawasan perairan Sungai Batanghari sekaligus mempertahankan budaya Zero Accident yang selama ini telah menjadi fondasi operasional perusahaan.
Sebagai pelabuhan yang beroperasi di kawasan Sungai Batanghari, Pelindo Regional 2 Jambi menghadapi karakteristik pekerjaan yang memiliki tingkat risiko tinggi karena bersinggungan langsung dengan aktivitas perairan. Kondisi tersebut menuntut setiap pekerja memiliki kesadaran terhadap potensi bahaya, disiplin dalam menerapkan prosedur keselamatan, serta kemampuan melakukan mitigasi risiko secara cepat dan tepat.
Komitmen tersebut juga merupakan tindak lanjut arahan manajemen yang menekankan pentingnya kehadiran pimpinan di lapangan untuk memastikan setiap aspek keselamatan diterapkan secara konsisten. Dengan demikian, budaya keselamatan tidak hanya menjadi prosedur, tetapi benar-benar melekat dalam setiap aktivitas operasional sehari-hari.
Sebagai implementasi nyata, Pelindo Regional 2 Jambi menyelenggarakan Forum Safety Culture – Lesson Learned yang diikuti sekitar 50 peserta. Forum ini melibatkan pekerja Pelindo Regional 2 Jambi, perwakilan tujuh anak perusahaan, serta mitra kerja yang tengah melaksanakan pekerjaan di area operasional.
Kegiatan tersebut menjadi wadah berbagi pengalaman dan pembelajaran bersama guna memperkuat budaya keselamatan, meningkatkan pemahaman mengenai mitigasi risiko pada pekerjaan di kawasan perairan, sekaligus memperkuat peran pimpinan dan pekerja dalam memastikan pengendalian risiko berjalan secara efektif.
General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Jambi, Febrianto Zenny Sulistyo Hari Murti, menegaskan bahwa keselamatan merupakan nilai utama yang tidak dapat dikompromikan dalam setiap aktivitas operasional.
“Keselamatan kerja tidak bisa ditawar. Risiko yang dikomunikasikan bisa dikelola, sedangkan risiko yang didiamkan adalah bencana yang menunggu waktu. Melalui forum ini kami berharap seluruh insan perusahaan terus belajar dari setiap pengalaman dan menjadikannya sebagai dasar perbaikan berkelanjutan. Forum seperti ini juga perlu dilaksanakan secara rutin agar budaya keselamatan kerja semakin mengakar di lingkungan kerja,” ujar Febrianto.
Dalam sesi penguatan budaya keselamatan, Junior Manager HSSE PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Jambi, Felencia Novita Gaspersz, menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang mengedepankan pencegahan risiko melalui penerapan Life Saving Rules, penggunaan alat pelindung diri (APD) sesuai standar, penguatan Stop Work Authority (SWA), kesiapsiagaan tanggap darurat, serta pengawasan aktif terhadap seluruh pekerjaan yang memiliki tingkat risiko tinggi.
“Keselamatan harus tercermin dalam perilaku kerja sehari-hari, bukan sekadar pemenuhan administrasi. Setiap individu memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya kecelakaan kerja melalui kepatuhan terhadap prosedur dan keberanian untuk menghentikan pekerjaan apabila ditemukan kondisi yang tidak aman,” jelas Felencia.
Budaya keselamatan di Pelindo Regional 2 Jambi diwujudkan melalui berbagai program yang dilaksanakan secara konsisten, di antaranya Management Walk Through (MWT) setiap bulan oleh jajaran manajemen, safety briefing pada awal pekerjaan dan setiap pergantian shift, toolbox meeting, apel pagi, siang, dan malam sebagai sarana komunikasi keselamatan, safety patrol berkala, emergency drill setiap tiga bulan, safety induction bagi pekerja maupun tamu sebelum memasuki area operasional, penerapan Stop Work Authority (SWA), audit K3 internal dan eksternal setiap tahun, hingga penguatan kompetensi melalui tenaga Ahli K3 yang telah tersertifikasi sesuai bidangnya.
Berbagai implementasi tersebut menunjukkan bahwa budaya keselamatan di Pelindo Regional 2 Jambi tidak hanya bertumpu pada kepatuhan terhadap prosedur, tetapi juga pada kepemimpinan yang hadir di lapangan, kedisiplinan setiap individu, serta komitmen untuk terus belajar dari setiap evaluasi operasional.
Melalui pendekatan tersebut, setiap pembelajaran menjadi dasar untuk memperkuat mitigasi risiko, meningkatkan kewaspadaan, serta memastikan seluruh aktivitas operasional berjalan secara aman, andal, dan berkelanjutan.
Dengan konsistensi dalam membangun budaya keselamatan, Pelindo Regional 2 Jambi optimistis dapat mempertahankan budaya Zero Accident, sekaligus meningkatkan kepercayaan para pengguna jasa terhadap layanan kepelabuhanan yang aman, profesional, dan berstandar tinggi.
Bagi Pelindo Regional 2 Jambi, keselamatan bukan sekadar target kinerja, melainkan budaya yang dibangun melalui pembelajaran, kolaborasi, dan kepedulian seluruh insan perusahaan. Budaya inilah yang menjadi fondasi utama dalam mewujudkan operasional pelabuhan yang selamat, andal, dan berkelanjutan.
