Menguatkan Rantai Dingin Indonesia: COOLJEK dan MGM Bosco Logistics Dorong Standar Cold Chain untuk Menjamin Keamanan Pangan

oleh
Menguatkan Rantai Dingin Indonesia: COOLJEK dan MGM Bosco Logistics Dorong Standar Cold Chain untuk Menjamin Keamanan Pangan

Edisipost.com

Jakarta – Industri logistik rantai dingin (cold chain logistics) terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap distribusi produk segar, beku, farmasi, dan berbagai produk sensitif suhu lainnya. Dalam sebuah sesi pemaparan, COOLJEK Indonesia bersama MGM Bosco Logistics menegaskan pentingnya sistem rantai dingin yang terintegrasi guna menjaga kualitas produk sekaligus menjamin keamanan pangan (food safety) hingga sampai ke tangan konsumen.(2407/2026)

COOLJEK, layanan cold chain last mile delivery yang berada di bawah naungan PT Sarana Translog Indonesia, hadir sebagai pelopor pengiriman berbasis rantai dingin menggunakan sepeda motor yang dilengkapi boks freezer bersuhu -22°C hingga 10°C. Perusahaan ini dibentuk pada Februari 2022 dengan dukungan pengalaman lebih dari 20 tahun dari induk usahanya, PT Karya Indonesia Sukses (KIS), yang telah lama bergerak di industri rantai dingin melalui berbagai produk seperti ice gel, ice pack, thermafreezer, cooler box, cooler bag, styrofoam, hingga polyurethane.

Dalam paparannya dijelaskan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam distribusi produk rantai dingin adalah proses last-mile delivery. Pada tahap inilah sering terjadi putusnya rantai dingin (cold chain break) yang menyebabkan penurunan kualitas produk, terutama pada komoditas seperti es krim, daging beku, seafood, produk susu, hingga farmasi.

Selain itu, Indonesia juga masih menghadapi tingginya angka post-harvest loss akibat belum optimalnya pengelolaan rantai dingin dari hulu hingga hilir. Kondisi tersebut menjadi alasan hadirnya COOLJEK sebagai solusi distribusi dengan suhu terkontrol secara berkelanjutan.

Sebagai mitra distribusi, COOLJEK menawarkan sejumlah keunggulan, antara lain penggunaan multi temperature freezer box dengan rentang suhu -22°C hingga 10°C, baterai pendingin mandiri (stand alone battery freezer box), pemantauan suhu secara real-time, layanan pengiriman instan maupun multi-trip, pengurangan biaya investasi operasional (shift capex to opex), serta pengemudi khusus yang telah mendapatkan pelatihan.

Layanan yang disediakan juga mencakup distribusi rantai dingin di wilayah Jabodetabek dan Bali, penyimpanan barang (warehouse services), kendaraan roda tiga berpendingin, hingga armada reefer truck untuk distribusi dalam maupun luar kota.

Model bisnis COOLJEK dirancang untuk melayani berbagai sektor, mulai dari pengiriman produk dari pasar tradisional langsung ke konsumen, distribusi ke e-grocery dan minimarket, pengiriman bahan baku ke sektor hotel, restoran, dan kafe (HORECA), hingga distribusi ke jaringan supermarket modern.

Sementara itu,General Manager Marketing & Commercial MGM Bosco Logistics, Nandi Suwandi, menekankan bahwa keberhasilan distribusi rantai dingin tidak hanya bergantung pada kendaraan berpendingin, tetapi juga pada penerapan standar food safety di seluruh rantai pasok.

Menurut Nandi, logistik merupakan proses pengelolaan arus barang dari tempat asal hingga tujuan dengan memperhatikan aspek keamanan, persediaan, pengemasan, pergudangan, manajemen, dan informasi. Dalam sistem cold chain logistics, pengendalian suhu harus dilakukan secara berkesinambungan mulai dari proses penyimpanan, distribusi, hingga produk diterima pelanggan.

“Cold chain logistics memiliki tiga fungsi utama, yaitu menjaga kualitas produk, menjamin keamanan pangan agar aman dikonsumsi, serta memperpanjang masa simpan produk,” jelas Nandi.

Ia juga menjelaskan bahwa setiap jenis produk memiliki standar suhu penyimpanan yang berbeda. Produk seperti cokelat, kopi, beras, dan makanan kaleng disimpan pada suhu 18–23°C (ambient), sedangkan buah, sayuran, susu, dan bawang memerlukan suhu 0–5°C (chill). Adapun produk seperti es krim, daging, ikan, makanan olahan, dan adonan beku harus disimpan pada suhu -18°C hingga -22°C (frozen).

Dalam menjaga keamanan pangan, MGM Bosco Logistics menerapkan empat lapisan pengendalian suhu di area cold storage, yaitu mulai dari loading dock, platform, anteroom, hingga chamber. Sistem ini berfungsi untuk mencegah masuknya debu, kontaminan, uap air, serta menjaga kestabilan suhu di dalam ruang penyimpanan.

Setiap produk yang masuk juga wajib melalui proses pemeriksaan ketat, meliputi pengecekan suhu inti produk (core temperature), uji organoleptik atau sensorik, serta pemeriksaan kondisi kemasan. Produk hanya diterima apabila memiliki suhu inti minimal -18°C dan suhu permukaan minimal -10°C. Sebaliknya, produk akan ditolak apabila telah mengalami pencairan (thawing), suhu berada di atas 0°C, atau menunjukkan perubahan warna yang mengindikasikan kerusakan.

Nandi turut mengingatkan bahwa cold storage bukanlah tempat untuk membekukan produk, melainkan hanya berfungsi mempertahankan suhu produk yang telah dibekukan sebelumnya. Pembekuan yang dilakukan secara lambat (slow freezing) berpotensi menyebabkan kontaminasi silang, pembentukan bunga es, dehidrasi, perubahan warna, hingga meningkatnya konsumsi listrik. Oleh karena itu, proses pembekuan ideal dilakukan menggunakan Air Blast Freezer (ABF) bersuhu minimal -35°C selama 6–8 jam atau dengan teknologi Individual Quick Freezing (IQF).

Selain pengendalian suhu, MGM Bosco Logistics juga menerapkan pemisahan produk berdasarkan potensi kontaminasi silang maupun kandungan alergen seperti susu, telur, makanan laut, kacang-kacangan, serealia yang mengandung gluten, dan beberapa jenis buah. Perusahaan juga memastikan tidak adanya penyimpanan produk alkohol demi menjaga standar halal.

Dalam operasional sehari-hari, perusahaan menerapkan sanitasi rutin, monitoring suhu secara real-time, pemeliharaan fasilitas dan kendaraan, pengendalian hama (pest control), penggunaan material food grade, serta sistem identifikasi, penelusuran (traceability), dan pengelolaan umur simpan (aging) produk.

Komitmen terhadap kualitas tersebut diperkuat melalui berbagai sertifikasi yang telah dimiliki MGM Bosco Logistics, di antaranya Sertifikat Halal, Nomor Kontrol Veteriner (NKV), ISO 9001:2015, ISO 45001:2018, SMK3, serta proses sertifikasi FSSC 22000 Versi 6 dan GSDP for Pharmaceutical Products yang masih berlangsung.

Melalui inovasi teknologi, penerapan standar keamanan pangan, serta pengembangan jaringan distribusi yang semakin luas, COOLJEK dan MGM Bosco Logistics optimistis dapat memperkuat ekosistem cold chain di Indonesia. Keduanya berkomitmen menghadirkan layanan logistik berpendingin yang mampu menjembatani kebutuhan produsen hingga konsumen dengan tetap menjaga kualitas, keamanan, dan kesegaran produk di setiap tahap distribusi.

No More Posts Available.

No more pages to load.