Edisipost – Pertamina Hulu Energi Offshore South East Sumatera (PHE OSES) bersama dengan Sentra Penyuluh Konservasi Pedesaan (SPKP) Bintang Laut dan SPKP Elang Bondol melakukan Rehabilitasi Kawasan Pesisir di Pulau Kelapa dan Pulau Harapan.
Rehabilitasi ini dilakukan dengan cara melakukan penanaman 10.000 pohon mangrove di pesisir tanjungan perbatasan Pulau Kelapa dan Pulau Harapan.
Menurt Head of Communication, Relations and CID PHE OSES, Indra Darmawan, dengan penanaman 10.000 pohon mangrove sebagai upaya pencegah abrasi dan penghijauan di Pulau Kelapa dan Pulau Harapan, Kepulauan Seribu.
“Penanaman mangrove ini merupakan bentuk komitmen kami pada bidang lingkungan di wilayah Kepulauan Seribu. Sekaligus komitmen pada SDG point 14, tata kelola laut yang berkelanjutan,” ujarnya, Kamis (16/03/2023).
Indra menyampaikan, kegiatan serupa juga selanjutnya akan kami lakukan di pulau terjauh di wilayah Kepulauan Seribu, yaitu Pulau Sabira yang rencanya akan dilakukan seletah lebaran Idul Fitri 1444 Hijriah.
“Harapannya masyarakat juga tetap bisa ikut merawat mangrove yang sudah ada guna membantu mencegah abrasi dan perubahan iklim,” ucapnya.
Sementara itu, Lurah Pulau Kelapa, Muslim mengapresiasi atas kegiatan yang dilakukan PHE OSES, karena telah berkontribusi dalam menjaga kawasan pesisir Kelurahan Pulau Kelapa.
“Ini kegiatan positif dalam rangka untuk menjaga kelestarian lingkungan. Mudah-mudahan kegiatan serupa setiap tahun dilakukan PHE OSES di berbagai wilayah kerja,” ujarnya.
Hal sama juga dikatakan Ketua SPKP Bintang Laut, Iskandar menilai mangrove (sabuk hijau) yang mengelilingi pulau adalah pertahanan terbaik terhadap abrasi, intrusi air laut dan fungsi-fungsi lainnya. Dan tidak kalah penting lagi mangrove dapat menyerap emisi carbon (CO2) di udara terbaik yang dimiliki dari segala jenis tumbuhan lainnya.
“Terima kasih kepada PHE OSES sudah memberikan kami motivasi. Kami bangga karena kegiatan ini dilaksanakan di wilayah Pulau Kelapa dan Pulau Harapan. Semoga kegiatan ini dapat berkelanjutan, karena mangrove patut untuk dijaga, dirawat dan dilestarikan.” tutupnya.
