DPP Indonesia Shipping Agency Association (ISAA) Senin (11/9) Melangsungkan Rapat Umum Anggota ke I dengan dua agenda utama penyempurnan pasal AD/ART dan pilihan ketua umum.
Ketua Panitia RUA ke I DPP ISAA, Waren Situmorang, mengatakan dua Agenda kegiatan RUA I ini sangat penting yaitu menyusun dan menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.
Ucap Waren Situmorang Penyempurnaan AD / ART dapat merubah pasal-pasal dalam anggaran untuk disesuaikan agar kebutuhan jalannya organisasi yang lebih baik lagi “Waren juga mengatakan kegiatan lainnya fokus pada pemilihan Ketum Umum DPP ISAA periode 2023 sampai 2023
Ketua Umum DPP ISAA, RainhardTobing,menggantikan Juswandi saat menjadi Ketua Umum DPP APBMI.
Ketua Umum DPP ISAA, Reinhard Tobing dalam sambutannya menyampaikan, saat kegiatan usaha keagenan menghadapi tantangan besar. Sejumlah tantangan besar bagi anggota asosiasi, mulai dari mengikuti perkembangan peningkatan layanan melalui sistem digital, sampai pada persaingan tarif. Untuk itu tantangan- tantangan itu harus dihadapi dan diatasi agar keagenan dapat meningkatkan daya saingnya.
Hendri Ginting mengucapkan selamat dan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas pelaksanaan RUA ISAA ini, semoga hasil RUA nanti bisa memberi kontribusi positif dalam mendukung kinerja pelayaran,Semoga asosiasi terus melakukan upaya peningkatan sumber daya manusianya sehingga usaha keagenan dapat meningkatkan layanan yang efisien,” tambah Hendri Ginting.
Harapan Kedepan Hendri Ginting agar RUA ke I ini dapat menghasilkan komitmen-komitmen baru dengan menerapkan digitalisasi untuk mengurangi biaya logistik di Pelabuhan, penguatan dan penerapan standar kebijakan layanan pelabuhan, penguatan pengawasan,Penguatan kelembagaan dan perbaikan tata kelola perdagangan antar pulau. Kami juga sedang siap tata kola perdagangan antar pulau, sehingga sedang disiapkan manifs domestik,” kata Hendri Ginting.
Hasil data di Ditlala, Ditjen Hubla disebutkan saat sudah terbit izin pendirian perusahaan keagenan sebanyak 1479, dan adanya 1621 kantor cabang Juswandi, menyampaikan proses pendirian.mulai dari sebelum terbitnya UU No 17 Tahun 2008 tantang Pelayaran, yang mana kegiatan keagenan kapal belum masuk dalam jenis usaha yang ada dalam regulasi pelayaran yang saat itu masih menggunakan UU No 21 Tahun 1992.
“Waktu itu asosiaisi keagenan sudah ada dengan Ketuanya Capt. Anthon Sihombing, kemudian berlanjut sampai akhirnya saya menjadi Ketua Umum ISAA.ujarnya.
Upaya agar kegiatan keagenan masuk dalam regulasi pelayaran pun terus berlanjut, tambah Juswandi sampai akhirnya ketika terbit UU Pelayaran No 17 Tahun 2008 usaha keagenan dimasukan sebagai usaha jasa terkait pelayaran.
Hendri Ginting mengucapkan selamat dan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas pelaksanaan RUA ISAA ini, semoga hasil RUA nanti bisa memberi kontribusi positif dalam mendukung kinerja pelayaran,Semoga asosiasi terus melakukan upaya peningkatan sumber daya manusianya sehingga usaha keagenan dapat meningkatkan layanan yang efisien,” tambah Hendri Ginting.
Harapan Kedepan Hendri Ginting agar RUA ke I ini dapat menghasilkan komitmen-komitmen baru dengan menerapkan digitalisasi untuk mengurangi biaya logistik di Pelabuhan, penguatan dan penerapan standar kebijakan layanan pelabuhan, penguatan pengawasan,Penguatan kelembagaan dan perbaikan tata kelola perdagangan antar pulau. Kami juga sedang siap tata kola perdagangan antar pulau, sehingga sedang disiapkan manifs domestik,” kata Hendri Ginting.
Hasil data di Ditlala, Ditjen Hubla disebutkan saat sudah terbit izin pendirian perusahaan keagenan sebanyak 1479, dan adanya 1621 kantor cabang Juswandi, menyampaikan proses pendirian.mulai dari sebelum terbitnya UU No 17 Tahun 2008 tantang Pelayaran, yang mana kegiatan keagenan kapal belum masuk dalam jenis usaha yang ada dalam regulasi pelayaran yang saat itu masih menggunakan UU No 21 Tahun 1992.
“Waktu itu asosiaisi keagenan sudah ada dengan Ketuanya Capt. Anthon Sihombing, kemudian berlanjut sampai akhirnya saya menjadi Ketua Umum ISAA.ujarnya.
Upaya agar kegiatan keagenan masuk dalam regulasi pelayaran pun terus berlanjut, tambah Juswandi sampai akhirnya ketika terbit UU Pelayaran No 17 Tahun 2008 usaha keagenan dimasukan sebagai usaha jasa terkait pelayaran.
[11/9 16.02] IIT IBRA: ” Dalam hal ini sangat penting mengingat kondisi saat ini pertumbuhan ekonomi nasional masih 24 persen dari PDB, dan ILP tahun 2023 berada di peringkat ke 63,” tuturnya.
Dalam perjalannya memimpin DPP ISAA, Reinhard juga mengakui selama ini kegiatan ISAA sudah berlangsung dengan baik dan dapat diterima sebagai wadah perusahaan keagenan kapal oleh mitra usaha dan juga pada Ditjen Adapun juga juga disampaikan, peran asosiaisi dituntut untuk meningkatkan kompetensi anggota melalui diklat. Dan penyelenggaraan diklat sudah berlangsung dengan bekerjasama pihak BPSDM Perhubungan.
Adapun kompetensi yang dituntut adalah kompetensi terkait kegiatan layanan keagenan kapal.
“‘Atas kegiatan diklat dapat menghasilkan SDM yang kompetensi. Selanjutnya akan membuat sistem manajemen mutu untuk digunakan pada seluruh anggota,”
Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut, Ditjen Hubla, Hendri Ginting menyatakan harapan agar ISAA terus menjadi asosiasi yang kondusif dalam menjalankan kegiatannya guna mendukung pelayaran. Untuk itu pemerintah akan selalu mendukung pelayaran. Keberadaan diharapkan menjadi energi baru dalam rangka mendukung industri pelayaran nasional.
