Edisipost.com
Dalam rangka mengantisipasi potensi lonjakan arus kendaraan dan barang menjelang libur panjang akhir Mei hingga awal Juni 2025, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Priok menggelar Rapat Terbatas bersama seluruh pemangku kepentingan pelabuhan.
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Kepala KSOP Utama Tanjung Priok, Capt. Heru Susanto, MM., dan dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk instansi pemerintah daerah, kepolisian, operator pelabuhan, serta pelaku usaha logistik.
“Kami berkomitmen untuk menjaga kelancaran arus logistik nasional, khususnya menjelang dan selama libur panjang. Diperlukan koordinasi yang solid dan langkah mitigasi yang tepat guna menghindari potensi kemacetan di Pelabuhan Tanjung Priok,” ujar Capt. Heru Susanto.
Dalam rapat tersebut, disepakati sejumlah langkah strategis sebagai upaya mitigasi, di antaranya:
Manajemen rekayasa lalu lintas bekerja sama dengan Pemda DKI Jakarta dan Kepolisian;
Koordinasi dan kolaborasi aktif antar instansi dan pelaku usaha;
Penyiapan satgas/personel lapangan untuk penanganan langsung di lokasi;
Pengendalian Yard Occupancy Ratio (YOR) dan aktivitas Receiving Delivery;
Pengaturan sandar kapal atau berthing sharing guna menghindari penumpukan;
Monitoring dan pengawasan berbasis digital untuk efisiensi dan transparansi;
Penerapan strategi proaktif dalam pengambilan keputusan lapangan.
Capt. Heru menegaskan pentingnya komitmen semua pihak untuk bersikap tanggap dan sigap terhadap segala kemungkinan, terutama terkait kemacetan dan kepadatan aktivitas pelabuhan selama masa libur panjang.
“Seluruh stakeholder harus proaktif dan berkomitmen dalam mengantisipasi segala kemungkinan dalam menghadapi kemacetan, khususnya pada hari libur panjang,” pungkasnya.
