Konektivitas Pelabuhan Pulau Baai Kembali Normal, SPJM Pastikan Layanan Marine dan Alur Pelayaran Optimal

Edisipost.com

Bengkulu, 8 Juli 2025 — Setelah sempat terhenti selama lebih dari tiga bulan akibat pendangkalan alur pelayaran, konektivitas Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu kini kembali normal. PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM), subholding PT Pelindo (Persero) yang bergerak di bidang layanan marine, equipment, dan port services (MEPS), memastikan bahwa layanan marine di pelabuhan tersebut kembali berjalan dengan andal, serta proses pemeliharaan alur berlangsung optimal.

Pelabuhan Pulau Baai dinyatakan terblocking sejak 26 Maret 2025 akibat sedimentasi berat yang menyebabkan pendangkalan alur. Namun, pada 6 Juli 2025 pukul 21.00 WIB, pelabuhan berhasil dibuka kembali setelah dilakukan pengerukan darurat. Keesokan harinya, 7 Juli 2025, dilakukan uji coba alur pelayaran menggunakan Kapal Tunda Bunga Rafflesia milik PT Pelindo (Persero), yang berjalan dengan lancar dan aman.

BACA JUGA:  Jakarta With Love melaksanakan kegiatan berbagi kasih dalam rangka hari kemerdekaan ri ke-78

“Hingga hari ini, 8 Juli 2025, personel pandu SPJM di bawah komando Capt. Yudi Hernawan telah sukses melayani delapan gerakan kapal keluar-masuk di Pelabuhan Pulau Baai,” ujar Tubagus Patrick, Senior Vice President Sekretaris Perusahaan SPJM.

Adapun kapal-kapal yang dilayani antara lain: Kapal Latih MH Thamrin (out), SPOB Cavalo Marinho 15 (in), SPOB Cavalo Marinho 11 (in), TB Marina 2243/BG.MP3055 (out), KMP Pulo Tello (out), MT Kencana Express (in), TB Marina 2219/BG.MP3051 (in), dan KMP Pulo Tello (in).

BACA JUGA:  ICCIS 2025 Soroti Market Cold Chain Indonesia dan Kebutuhan Infrastrutur Terintegrasi

“Ini tentu menjadi kabar menggembirakan. Keberhasilan ini adalah hasil kolaborasi semua pihak, mulai dari KSOP Kelas III Bengkulu selaku regulator yang mengawal percepatan pengerukan alur, tim Pelindo Cabang Bengkulu yang intensif mencari solusi di lapangan, hingga SPJM dan Rukindo selaku pelaksana teknis yang aktif bekerja di lapangan,” lanjut Patrick.

Pengerukan alur dilakukan oleh anak perusahaan SPJM, PT Pengerukan Indonesia (Rukindo). Sejak awal Juni hingga 8 Juli 2025, Rukindo telah berhasil membuka alur darurat (emergency channel) selebar 40 meter dengan kedalaman -3 meter LWS, sehingga memungkinkan kapal kembali beroperasi. Selanjutnya, pengerukan akan dilanjutkan hingga mencapai kedalaman -4 meter LWS untuk memastikan kelancaran pelayaran jangka panjang.

BACA JUGA:  Dr. Yosi Pahala: Kebijakan Zero ODOL Harus Dikelola Komprehensif, Jangan Abaikan Aspek Sosial Ekonomi

“Kami memahami betul bahwa Pelabuhan Pulau Baai memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung konektivitas penumpang, distribusi barang, dan suplai BBM. Dengan berfungsinya kembali pelabuhan ini, kami berharap distribusi logistik dapat kembali normal dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar,” tegas Patrick.

Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan pemulihan Pelabuhan Pulau Baai tidak lepas dari kerja sama erat seluruh pemangku kepentingan yang terlibat.

Pos terkait