Edisipost.com
Jakarta, 23 Juli 2025 — Serikat Pekerja Terminal Petikemas Koja (SP TPK Koja) menyampaikan klarifikasi resmi terhadap pemberitaan yang dinilai tidak mencerminkan fakta secara objektif dan berpotensi mencoreng citra perjuangan pekerja yang selama ini dijalankan dengan menjunjung tinggi komitmen terhadap kondusifitas, profesionalisme, dan etika kerja.
Klarifikasi ini muncul sebagai tanggapan terhadap pemberitaan bertajuk “Kemelut Berlarut, Bonus Tetap Mengalir: Pekerja Kian Sejahtera” yang dirilis oleh salah satu media. SP TPK Koja menilai narasi tersebut menyederhanakan realitas dan perlu diluruskan demi menjaga kepercayaan publik serta hubungan industrial yang sehat.
“Narasi sepihak semacam itu tidak hanya menyesatkan publik, tetapi juga dapat menciptakan kesan keliru tentang perjuangan kami selama ini. Oleh karena itu, kami merasa perlu meluruskan informasi yang berkembang,” ujar perwakilan SP TPK Koja.
Komitmen di Tengah Krisis: SP TPK Koja Pilih Relaksasi Demi Stabilitas
SP TPK Koja menegaskan bahwa sejak tahun 2020, saat pandemi Covid-19 melanda dan mengakibatkan tekanan terhadap kondisi keuangan perusahaan, serikat pekerja telah menunjukkan komitmen tinggi dengan bersedia melakukan relaksasi atas Perjanjian Bersama (PB) — yang hanya diberlakukan selama dua tahun, yakni untuk periode produksi tahun 2020–2021.
“Relaksasi ini bukan tanpa risiko bagi kami sebagai pekerja. Namun, dengan semangat kolegialitas dan tanggung jawab terhadap keberlangsungan perusahaan, kami mengambil keputusan tersebut,” tegas perwakilan SP.
Selama ini, SP TPK Koja juga konsisten mengedepankan dialog terbuka, musyawarah, dan komunikasi yang konstruktif dalam menyelesaikan setiap dinamika hubungan kerja. Namun demikian, serikat pekerja menyayangkan bahwa inisiatif dialog tersebut tidak selalu disambut dengan solusi konkret oleh pihak manajemen.
Penghargaan Bukan Kemewahan, Tapi Wujud Pengakuan atas Loyalitas
Mengenai pemberian bonus dan kompensasi, SP TPK Koja menegaskan bahwa hal tersebut bukanlah bentuk keistimewaan, melainkan bentuk penghargaan atas dedikasi, etos kerja, dan masa bakti para pekerja yang telah mencapai 25 hingga 28 tahun.
“Banyak dari kami adalah pekerja lapangan yang telah membangun sistem kerja dengan pengalaman panjang. Meski secara jabatan disebut ‘pembantu’, kualitas dan kontribusi kami tidak bisa diremehkan,” ujar Farudi (Daenk), perwakilan SP.
Komitmen terhadap Pelayanan dan Citra Perusahaan
Di tengah dinamika hubungan industrial yang terjadi, SP TPK Koja memastikan bahwa pelayanan pelanggan dan kegiatan operasional di terminal tetap berjalan secara normal. Hal ini mencerminkan profesionalisme dan komitmen para pekerja untuk menjaga kelangsungan perusahaan.
“Tidak ada sedikit pun niat dari kami untuk mengganggu pelayanan atau merusak nama baik perusahaan. Justru, kami berusaha menjaga stabilitas demi kepentingan bersama,” tegas Ketua KMPP, Ujang Darmen.
Ajakan untuk Media: Berimbang, Objektif, dan Beretika
Menutup pernyataan resminya, SP TPK Koja mengajak seluruh pihak, termasuk media massa, untuk menyajikan pemberitaan yang berimbang dan bertanggung jawab, khususnya terkait dinamika hubungan industrial yang sensitif.
“Narasi yang tidak utuh dan dibangun dari sudut pandang sepihak sangat berpotensi menciptakan prasangka negatif dan ketegangan yang tidak produktif dalam dunia ketenagakerjaan,” ungkap perwakilan SP.
SP TPK Koja menyampaikan harapan agar segala ikhtiar dan niat baik ini mendapat jalan terbaik.
“Kami yakin, Tuhan Yang Maha Kuasa akan memberikan jawaban terbaik atas perjuangan kami. Aamiin.”
