“Regional 2 Tanjung Priok dan Stakeholder Sepakati Penertiban Akses Masuk Motor ke Pelabuhan”

oleh
“Regional 2 Tanjung Priok dan Stakeholder Sepakati Penertiban Akses Masuk Motor ke Pelabuhan”

 

Jakarta, 8 Agustus 2025 — Bertempat di Museum Maritim Pelabuhan Tanjung Priok, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok menggelar kegiatan sosialisasi terkait penertiban kendaraan bermotor roda dua yang masuk ke wilayah Pelabuhan Tanjung Priok. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk menciptakan lingkungan pelabuhan yang lebih tertib, aman, dan efisien.

Sebagaimana diketahui, Pelabuhan Tanjung Priok memiliki tiga pintu utama, yakni Pos 1 dan Pos 9 untuk kendaraan roda empat atau lebih, serta Pos 8 yang dikhususkan untuk kendaraan roda dua. Namun, dalam praktiknya, masih sering ditemukan pengendara motor yang masuk melalui Pos 1 dan Pos 9, sehingga menimbulkan ketidakteraturan dan potensi kecelakaan lalu lintas di area pelabuhan.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, dilakukan penandatanganan Berita Acara Kesepakatan Bersama tentang Larangan Kendaraan Bermotor Roda Dua Masuk Melalui Gate In Pos 1 dan Pos 9. Kesepakatan ini ditandatangani oleh seluruh stakeholder yang hadir dalam kegiatan Coffee Morning yang diinisiasi oleh Pelindo Regional 2 Tanjung Priok.

Dalam sambutannya, Kepala KSOP Utama Tanjung Priok, Heru Susanto, menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam menciptakan sistem lalu lintas yang tertib di kawasan pelabuhan.

“Melalui forum informal ini, kita berharap dapat membuka ruang diskusi yang lebih cair, dengan tujuan utama mewujudkan pelabuhan yang tertib, efisien, transparan, dan kompetitif,” ujar Heru.

Sementara itu, Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, Yandri Trisaputra, menegaskan komitmen Pelindo dalam meningkatkan kualitas layanan dan pengelolaan lalu lintas kendaraan di kawasan pelabuhan.

 

“Pelindo berkomitmen untuk terus melakukan peningkatan pelayanan, khususnya dalam hal penataan lalu lintas kendaraan di Pelabuhan Tanjung Priok. Kami akan terus berkolaborasi dengan seluruh stakeholder demi menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan tertib,” tegas Yandri.

Melalui kesepakatan ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dan pelaku usaha di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok dapat menjalankan peran aktif dalam menjaga kelancaran, ketertiban, serta keselamatan operasional di area pelabuhan.

 

No More Posts Available.

No more pages to load.