Edisipost.com
Jakarta, 15 Agustus 2025 – Hujan deras yang mengguyur kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa pada Selasa (12/8) siang menyebabkan genangan air di sejumlah titik dalam area pelabuhan. Genangan tersebut diperparah oleh penurunan kapasitas saluran drainase yang tersumbat lumpur dan pasir akibat banjir.
Untuk mengantisipasi dampak lanjutan dari fenomena pasang laut (ROB), pihak pengelola pelabuhan bersama kontraktor tengah mempercepat pengerjaan proyek pembangunan tanggul, yang kini telah mencapai progres 41%.
“Kami fokus mempercepat pembangunan tanggul untuk mengantisipasi ROB yang kerap terjadi saat curah hujan tinggi bersamaan dengan pasang laut,” ujar Agus Edi S., General Manager Pelindo Regional 2 Cabang Sunda Kelapa, pada Jumat (15/8).
Selain itu, upaya normalisasi drainase juga tengah dilakukan. Pembersihan saluran air akan dimulai dari ujung dermaga pelra hingga menuju jalan utama pelabuhan. Pemasangan pompa portabel juga disiapkan untuk mempercepat surutnya air di titik-titik yang terdampak, terutama di sekitar Pos 2 dekat akses Marina Batavia, yang menjadi lokasi paling rawan genangan.
“Genangan yang terjadi bersifat sementara dan akan segera surut seiring menurunnya curah hujan. Namun, karena air laut tengah pasang, volume air di saluran drainase meningkat sehingga menyebabkan limpasan,” tambah Agus.
Sebagai langkah antisipasi lainnya, pihak pelabuhan juga akan melakukan pengaturan arus lalu lintas dan meminta kerja sama seluruh pengguna jasa, termasuk pengemudi truk dan pekerja, untuk selalu berhati-hati saat melintas di area pelabuhan serta mengikuti rambu dan arahan petugas di lapangan.
Manajemen menargetkan perbaikan drainase serta pengaspalan jalur sementara dapat rampung dalam beberapa hari ke depan, agar operasional pelabuhan tetap berjalan lancar tanpa gangguan berarti.
“Kami pastikan kegiatan operasional pelabuhan tetap berjalan normal meski ada genangan. Keamanan dan kelancaran aktivitas pelabuhan tetap menjadi prioritas utama,” pungkas Agus.
