Dewan Komisaris Pelindo Tinjau Terminal Peti Kemas: Fokus pada Efisiensi, Pelayanan, dan Kesejahteraan Sopir

oleh
Dewan Komisaris Pelindo Tinjau Terminal Peti Kemas: Fokus pada Efisiensi, Pelayanan, dan Kesejahteraan Sopir

Edisipost.com

Jakarta, 22 Oktober 2025 – Dewan Komisaris PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melakukan kunjungan kerja ke sejumlah terminal peti kemas di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Selasa (21/10), dalam rangka meninjau langsung proses operasional serta mendorong peningkatan efisiensi dan kualitas layanan logistik nasional.

Adapun terminal yang dikunjungi meliputi New Priok Container Terminal 1 (NPCT1), Jakarta International Container Terminal (JICT), dan Terminal Petikemas Koja (TPK Koja). Kunjungan ini didampingi langsung oleh para pejabat pengelola terminal, serta jajaran eksekutif dari Pelindo Regional 2.

Plh. Executive Director Regional 2 Pelindo, Budi Prasetio, menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memberikan gambaran nyata kepada para komisaris mengenai dinamika operasional dan tantangan logistik di lapangan.

“Kunjungan ini penting agar para komisaris dapat melihat langsung proses yang berjalan, serta mendengar langsung tantangan yang dihadapi dalam upaya meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan terminal,” jelas Budi.

Sementara itu, Komisaris Pelindo, Arief Poyuono, menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh terhadap kondisi lapangan sebagai landasan dalam merumuskan strategi peningkatan layanan Pelindo ke depan.

“Kami masih ingin banyak belajar. Karena itu, kami ingin mendalami bagaimana operasional di Pelindo berjalan. Saya sangat senang jika teman-teman di lapangan menyampaikan kendala yang dihadapi, terutama terkait kemacetan dan efisiensi operasional,” ungkap Arief.

Ia juga menambahkan bahwa semua masukan dari kunjungan ini akan dibahas bersama Direksi Pelindo untuk ditindaklanjuti secara strategis.

“Kami tentu akan membicarakan semua persoalan yang ada di lapangan ke meja Direksi. Terutama menyangkut pelayanan kepada pelanggan, karena kita menjual jasa. Pengalaman saya, yang terpenting adalah membangun jaringan, memperkuat layanan, dan meningkatkan efisiensi,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Komisaris Independen Pelindo, Ilhamsyah, turut memberikan perhatian terhadap titik-titik bottle neck di area terminal yang berpotensi menghambat kelancaran arus ekspor-impor.

“Ada beberapa lokasi yang menjadi bottle neck di terminal peti kemas yang sudah kita bicarakan. Ini bisa berpotensi menjadi hambatan serius saat terjadi lonjakan aktivitas ekspor-impor,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ilhamsyah juga menyoroti pentingnya aspek kesejahteraan sopir truk, yang selama ini menjadi bagian vital dalam ekosistem logistik pelabuhan.

“Kita perlu memfasilitasi tempat istirahat bagi teman-teman sopir yang manusiawi dan terintegrasi. Dengan begitu, kita bisa menciptakan kondisi yang tertib dan mendukung kelancaran operasional, di mana semua aktivitas terkonsentrasi di satu titik,” tambahnya.

Kunjungan kerja ini menegaskan komitmen Dewan Komisaris Pelindo untuk terlibat aktif dalam pengawasan dan perumusan strategi pengembangan pelabuhan nasional, sekaligus mendukung transformasi layanan logistik Indonesia agar semakin kompetitif dan berdaya saing global.