Dirjen Hubla Cabut 273 Izin Usaha Keagenan Kapal, Dorong Efisiensi dan Transparansi Pelabuhan

oleh
Dirjen Hubla Cabut 273 Izin Usaha Keagenan Kapal, Dorong Efisiensi dan Transparansi Pelabuhan

Edisipost.com

Yogyakarta, 24 Oktober 2025 — Sebanyak 273 perusahaan keagenan kapal resmi dicabut izinnya oleh Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla). Langkah tegas ini diambil karena perusahaan-perusahaan tersebut tidak lagi memenuhi ketentuan dan persyaratan yang berlaku.

Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut, M. Masyhud, saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Indonesia Shipping Agencies Association (ISAA) 2025 di Hotel Malioboro, Yogyakarta, pada Jumat (24/10/2025).

Rakernas tahun ini mengusung tema “Optimalisasi Kompetensi Keagenan Kapal yang Profesional dan Bertaraf Internasional.”

Dorong Profesionalisme dan Efisiensi Pelayaran Nasional

Dalam sambutannya, Dirjen Hubla M. Masyhud menegaskan pentingnya peran sektor keagenan kapal dalam mendukung kemajuan industri pelayaran nasional.

“Pelayaran merupakan salah satu pilar utama transportasi dan logistik Indonesia yang memiliki peran strategis dalam memperkuat konektivitas antarwilayah serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Masyhud.

Ia menambahkan, keberadaan ISAA diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam upaya peningkatan kualitas layanan pelabuhan, digitalisasi sistem kepelabuhanan, serta reformasi tata kelola yang efisien dan transparan.

“Pembenahan tata kelola diarahkan untuk menciptakan pelayanan pelabuhan yang semakin efisien, transparan, dan berdaya saing, sekaligus berkontribusi menurunkan biaya logistik nasional,” jelasnya.

273 Perusahaan Kehilangan Izin Usaha

Berdasarkan data perizinan Ditjen Hubla, saat ini terdapat 1.907 perusahaan keagenan kapal yang masih aktif di seluruh Indonesia. Namun, hasil evaluasi terbaru melalui Surat Dirjen Hubla No. AL.009/3/24/DJPL/2025 tertanggal 23 September 2025, menetapkan bahwa 273 perusahaan dicabut izinnya karena tidak memenuhi ketentuan administrasi dan operasional.

“Langkah ini merupakan bagian dari pembinaan dan penertiban administrasi guna menciptakan tata kelola usaha keagenan kapal yang lebih profesional, transparan, dan berintegritas,” tegas Masyhud.

Ia menekankan bahwa seluruh perusahaan keagenan di Indonesia harus tertib administrasi, patuh terhadap regulasi, serta terus meningkatkan kompetensi dan kualitas layanan, agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi efisiensi pelayanan kapal dan sistem logistik maritim nasional.

ISAA Fokus pada Konsolidasi dan Program 2026

Sementara itu, Ketua Umum ISAA, Aris Hartoyo, menyampaikan bahwa Rakernas tahun ini menjadi momentum penting untuk melakukan konsolidasi organisasi sekaligus menyusun program kerja tahun 2026.

“Dengan misi memperkuat pelabuhan, ISAA selalu hadir di setiap wilayah yang memiliki pelabuhan, baik TUKS maupun BUP. Di mana ada pelabuhan, di situ ada keagenan,” ujar Aris.

Aris juga mengapresiasi langkah Kementerian Perhubungan yang memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha melalui Surat Menteri Perhubungan No. HK.701/I/I/PHB/2025 tertanggal 10 September 2025.

“Surat SIUPKK kini menjadi satu-satunya legalitas bagi perusahaan keagenan awak kapal di bawah Kemenhub. Dengan adanya surat ini, perusahaan tidak perlu lagi mengurus SIP3MI atau SIP2MI ke BP2MI,” jelasnya.

ISAA: Dari Semangat Kolektif Menuju Standar Global

Pembina ISAA, Juswandi Kristanto, turut mengenang perjalanan panjang berdirinya organisasi tersebut. Didirikan pada tahun 2001, ISAA berawal dari puluhan anggota dan kini telah berkembang menjadi ratusan anggota di berbagai wilayah Indonesia.

“ISAA lahir dari semangat untuk meningkatkan standar layanan keagenan kapal nasional, menjadi wadah profesional bagi perusahaan keagenan dalam berkoordinasi, beradvokasi, dan memajukan industri maritim Indonesia,” tutur Juswandi.

Sementara itu, Ketua Panitia Rakernas, Erwan Mulyana, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, termasuk sponsor dan peserta dari berbagai daerah.

Dihadiri Tokoh Maritim Nasional

Rakernas ISAA 2025 turut dihadiri sejumlah tokoh penting dunia maritim nasional, antara lain Dirjen Hubla M. Masyhud, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Hubla Budi Mantoro, Ketua DPP APBMI Juswandi Kristanto, Ketua APBMI DKI Jakarta Suwondo, serta seluruh pengurus dan anggota ISAA dari berbagai wilayah Indonesia.

Masyhud menutup sambutannya dengan pesan optimistis:

“Saya yakin, dengan semangat sinergi dan kolaborasi, kita mampu mewujudkan industri keagenan kapal yang solid, profesional, dan berdaya saing global.”