Edisipost.com
Surabaya, 31 Oktober 2025 – Terminal Petikemas Nilam (TPK Nilam) yang dikelola oleh PT Terminal Teluk Lamong terus memperkuat komitmennya dalam penerapan budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) di lingkungan kerja. Wujud nyata dari komitmen tersebut ditunjukkan melalui kegiatan pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai bagian dari program kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat.
Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan pada Rabu, 29 Oktober 2025, dan akan menjadi program rutin bagi seluruh pegawai TPK Nilam. Pelatihan APAR diselenggarakan secara berkala setiap tahun sebagai implementasi dari Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) berbasis ISO 45001:2018.
Terminal Head TPK Nilam, Retno Pujianto, menegaskan bahwa pelatihan tersebut tidak hanya bertujuan memenuhi regulasi pemerintah, tetapi juga menjadi wujud nyata komitmen perusahaan terhadap keselamatan kerja.
“Pelatihan ini tidak sekadar untuk memenuhi regulasi, tetapi menjadi bagian dari upaya kami menciptakan lingkungan kerja yang aman dan berbudaya K3. Setiap insan TPK Nilam harus memahami bahwa keselamatan adalah prioritas utama,” ujar Retno.
Sementara itu, Anto, salah satu perwakilan manajemen TPK Nilam, menambahkan pentingnya kemampuan seluruh karyawan dalam menghadapi situasi darurat, khususnya kebakaran.
“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya milik satu divisi. Melalui pelatihan rutin seperti ini, kami ingin menumbuhkan budaya siap siaga di setiap lini kerja untuk meminimalisir potensi risiko di lapangan,” jelas Anto.
Pelatihan dilakukan dalam dua tahap, yaitu sesi teori dan sesi praktik. Pada sesi teori, peserta mendapatkan pemahaman mendalam tentang aspek K3, identifikasi potensi bahaya, serta prosedur komunikasi darurat. Sedangkan sesi praktik memberikan pengalaman langsung (hands-on) dalam menghadapi simulasi kebakaran dan penggunaan APAR secara tepat sesuai prosedur standar.
“Harapan kami, dengan penguasaan keterampilan dasar ini, seluruh SDM TPK Nilam dapat menjaga standar keselamatan tertinggi. Dengan demikian, operasional terminal dapat berjalan aman, efisien, dan produktif menuju target high performance dan zero accident,” tutup Anto.
Melalui pelatihan berkelanjutan ini, TPK Nilam menunjukkan bahwa budaya K3 bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan fondasi penting dalam membangun performa unggul dan keberlanjutan operasional terminal.
