Edisipost.com
Bekasi – Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, menyampaikan bahwa pengendalian lalu lintas selama arus balik Lebaran 2026 berjalan efektif meskipun volume kendaraan meningkat signifikan. Hal ini disampaikan usai peninjauan di Kantor Jasa Marga Toll Road Command Center, Jati Asih, Kota Bekasi, Rabu (25/3/2026).
Rivan menjelaskan bahwa sejak awal pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap potensi lonjakan kendaraan, baik saat arus mudik maupun arus balik. Pada masa mudik, volume kendaraan bahkan sempat mencapai angka tertinggi dalam sejarah, yakni mendekati 270 ribu kendaraan dalam satu periode.
“Sejak awal kami telah menyiapkan berbagai strategi pengendalian untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, baik pada arus mudik maupun arus balik,” ujar Rivan.
Memasuki fase arus balik, Jasa Marga mencatat volume kendaraan masih berada pada level tinggi. Namun demikian, kondisi lalu lintas tetap dapat dikelola dengan baik berkat koordinasi lintas instansi serta penerapan rekayasa lalu lintas yang terukur.
“Pengendalian lalu lintas yang dilakukan secara terkoordinasi mampu memberikan kenyamanan kepada masyarakat untuk kembali ke kota masing-masing dengan baik,” katanya.
Ia menambahkan bahwa puncak arus balik masih berada dalam skema pengendalian yang dapat diurai, sehingga tidak menimbulkan kemacetan ekstrem.
Untuk mengurangi kepadatan, Jasa Marga mengimbau masyarakat agar memanfaatkan program diskon tarif tol yang berlaku pada 26 dan 27 Maret 2026. Langkah ini diharapkan dapat mendistribusikan arus kendaraan secara lebih merata dan menghindari penumpukan pada tanggal 28 dan 29 Maret, yang diprediksi menjadi periode padat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan dan memanfaatkan diskon tarif tol agar arus balik lebih lancar dan merata,” tutur Rivan.
Selain itu, ia menekankan pentingnya penyampaian informasi yang cepat dan akurat kepada masyarakat. Menurutnya, dukungan media dan kanal informasi resmi sangat membantu pengguna jalan dalam menentukan waktu perjalanan yang lebih aman, nyaman, dan efisien.
“Dengan informasi yang cepat dan tepat, masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik,” pungkasnya.





