Edisipost.com
MAKASSAR, 20 Maret 2026 – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 mencatat kinerja positif dalam penyelenggaraan Angkutan Lebaran 1447 H/2026. Hingga H-2 Lebaran, arus penumpang tercatat tumbuh 8,25 persen secara tahunan (year on year/YoY).
Berdasarkan data operasional periode H-15 hingga H-2 (6–19 Maret 2026), jumlah penumpang yang dilayani mencapai 413.953 orang, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 382.401 orang. Sementara itu, pergerakan kapal tercatat sebanyak 611 unit.
Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, mengatakan bahwa peningkatan tersebut mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap transportasi laut yang semakin baik.
“Pertumbuhan arus penumpang ini menunjukkan bahwa transportasi laut masih menjadi pilihan utama masyarakat di kawasan Indonesia Timur, khususnya selama momen mudik Lebaran. Pelindo terus memastikan kesiapan layanan, baik dari sisi fasilitas, sistem digital, maupun aspek keselamatan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pelindo Regional 4 mengoperasikan puluhan terminal penumpang yang didukung sistem digital, seperti autogate di 11 cabang serta perangkat X-ray di 15 cabang guna meningkatkan efisiensi dan keamanan layanan.
Secara kumulatif hingga H-2, lima pelabuhan dengan kontribusi penumpang terbesar adalah Pelabuhan Balikpapan dengan 71.024 orang, Makassar 53.415 orang, Ambon 43.425 orang, Parepare 41.634 orang, dan Ternate 40.733 orang. Kelima pelabuhan ini menjadi simpul utama mobilitas masyarakat di kawasan Sulawesi, Kalimantan, dan Maluku.
Di sisi lain, arus kapal tertinggi tercatat di Pelabuhan Ternate sebanyak 92 unit, disusul Manado 65 unit, Ambon 62 unit, Kendari 48 unit, dan Balikpapan 47 unit.
General Manager Pelindo Regional 4 Makassar, Iwan Sjarifuddin, menjelaskan bahwa optimalisasi kapasitas angkut dan jadwal pelayaran menjadi kunci kelancaran arus mudik tahun ini.
“Kami mengoptimalkan load factor dan jadwal kedatangan kapal, sehingga pelayanan tetap berjalan lancar tanpa penumpukan penumpang,” jelasnya.
Lonjakan penumpang tertinggi tercatat terjadi pada H-3 menjelang Lebaran. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pelindo Regional 4 telah menyiapkan berbagai langkah strategis, seperti penguatan posko terpadu dan command center, penambahan personel operasional, hingga pengaturan arus penumpang secara real time.
Selain itu, fasilitas tambahan seperti ruang tunggu sementara dan sistem informasi publik juga disediakan guna meningkatkan kenyamanan pengguna jasa. Pelindo juga menyiapkan rencana kontinjensi untuk menghadapi potensi gangguan operasional, termasuk lonjakan trafik dan cuaca ekstrem.
Dalam aspek keselamatan, seluruh operasional dijalankan dengan standar HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) yang ketat.
“Keselamatan adalah prioritas utama. Kami memastikan seluruh proses operasional berjalan aman, tertib, dan memberikan pengalaman perjalanan yang nyaman bagi seluruh pengguna jasa,” tutup Abdul Azis.
