Edisipost.com
Lampung, 24 Maret 2026 – Pemerintah melalui Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, memperketat pengawasan di perairan Bakauheni, Selat Sunda, selama periode arus balik Lebaran 2026.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran, keselamatan, dan keamanan pelayaran bagi masyarakat yang kembali ke Pulau Jawa.
Sebagai titik krusial perlintasan dari Sumatera menuju Jawa, Bakauheni menjadi fokus utama pengamanan. Tiga kapal patroli negara milik Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) dikerahkan secara khusus, yakni KN Damaru (P.214), KN Jembio (P.215), dan KN Golok (P.206).
Ketiga kapal tersebut ditempatkan secara strategis untuk mengawal jalur pelayaran padat di lintasan Bakauheni–Merak.
Pengawasan dilakukan secara intensif guna memastikan seluruh aktivitas penyeberangan berlangsung tertib, aman, dan terkendali, terutama saat puncak arus balik.
Kepala Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok, Fourmansyah, menegaskan pentingnya kehadiran unsur patroli di wilayah tersebut.
“Bakauheni merupakan titik krusial arus balik Lebaran. Oleh karena itu, KPLP menempatkan unsur patroli secara maksimal di wilayah ini guna memastikan keselamatan pelayaran dan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang kembali ke Pulau Jawa,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan tugas pengawasan dan pengamanan (Waspam), KPLP menjalankan sejumlah langkah strategis, meliputi pengawasan lalu lintas kapal di jalur padat, pemeriksaan aspek keselamatan dan kelaiklautan kapal, pengendalian potensi gangguan keamanan, serta kesiapsiagaan bantuan pencarian dan pertolongan (SAR) dalam kondisi darurat.
Selain itu, pengawasan juga diperkuat melalui koordinasi lintas instansi yang dilakukan secara intensif dan terintegrasi. KPLP bekerja sama dengan Vessel Traffic Services (VTS) Merak, Maritime Command Center (MCC) Ditjen Perhubungan Laut, Pusat Informasi Transportasi Laut (Pusintrans Laut), tim drone KPLP untuk pemantauan udara secara real-time, KSOP Bakauheni dan Merak, BASARNAS, TNI/Polri, operator penyeberangan, serta berbagai instansi terkait lainnya.
Sinergi tersebut memungkinkan pengawasan berjalan lebih terpadu dan responsif, sehingga potensi gangguan keselamatan dapat ditangani dengan cepat dan tepat.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, arus balik di lintasan Bakauheni–Merak terpantau padat namun tetap terkendali. Kondisi cuaca yang relatif kondusif serta koordinasi yang berjalan optimal antar pemangku kepentingan turut mendukung kelancaran arus penyeberangan.
KPLP menegaskan komitmennya untuk terus menjadi garda terdepan dalam menjaga keselamatan dan keamanan pelayaran nasional. Dengan penguatan pengawasan di Bakauheni sebagai simpul utama arus balik Lebaran, diharapkan setiap perjalanan masyarakat dapat berlangsung dengan selamat, aman, dan nyaman.
