Dijumpai dibilangan Jakarta Selasa 26/3/2024, Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute, yang juga pengamat politik dan pengamat sosial Iskandarsyah menyatakan kekecewaannya atas maraknya tempat hiburan malam yang tetap beroperasi di malam bulan suci Ramadhan, mereka (Para pemimpin bangsa ini) masing-masing sibuk memikirkan dan meributkan hasil Pileg dan Pilpres, satu sisi ada yang mereka lupa dan abaikan, regulasi cuma regulasi yang tak disertai inplementasi, salah satunya yah ini, tempat hiburan tetap marak buka di bulan suci, baik di wilayah DKI Jakarta maupun dipinggiran kota penyanggah DKI kata Iskandar,
Saya miris aja, dalam setahun kan cuma satu bulan kita diminta untuk puasa dan sedikitlah menghormati bulan suci ini, katanya pejabat kita mayoritas muslim, tapi lihat aja dilapangan nol implementasi, saya beberapa malam ini memenuhi undangan makan malam kawan-kawan diwilayah Jakarta, didalam hotel itu tempat hiburannya tetap beroperasi, pengunjungnya pun banyak, saya bertanya dalam hati, ada apa sama negara saya saat ini?, makin lama makin ngawur aja, sampai satu bulan suci saja tak mereka hargai, lalu bangsa ini punya pemimpin tidak sih kata Iskandar sedikit geram,
Kalau tidak ada ngapain buat pemilu kemarin?, tambah Iskandar,
Lihat maksiat tetap jalan walau di bulan suci begini, nanti setelah berita ini ramai baru ada razia, razia pun sudah dikonfirmasi supaya tutup, sudahlah ini negara banyak akalin rakyatnya aja, belum lagi pinggiran kota Jakarta seperti Kota Bekasi, wilayah Jatisampurna masih ada klub malam buka dan ramai pengunjung, terus aparatnya kemana?, atau jangan-jangan ada upeti sehingga tempat hiburan malam tetap berjalan?, dimana tempat hiburan itu berada dan buka disaat bulan suci Ramadhan, saya meminta Kapolda Metro Jaya menindak aparatnya disitu, pastinya dari yang tertinggi yaitu Kapolres, termasuk Kapolres Kota Bekasi karena masih masuk wilayah hukum Polda Metro Jaya,
Terus Majelis Ulama Indonesia (MUI) kemana?, melempem juga, tak bisa kasih tekanan keatas, yang sedikit-sedikit mudah memgeluarkan fatwa, ini harus ditindak, hargai1 bulan saja selama 12 bulan setiap tahunnya yang namanya bulan Ramadhan, jangan tutup mata tutup telinga lah,
Tempat hiburan juga tak akan berani buka kalau aparat, pemimpinnya tegas, ini bicara upeti kok tambah Iskandar,
Negara ini makin lama seperti negeri yang tak punya pemimpin, semua seenaknya saja begitu punya uang,
Semoga pak Kapolda Metro Jaya Irjend Pol Drs Karyoto bisa menindak pimpinan di wilayah hukum seperti Kapolres yang bersangkutan dimana tempat hiburan tetap berjalan, copot Kapolres-kapolresnya bila tak benar dan tak berani menindak siapapun yang terlibat bukanya tempat hiburan di bulan suci Ramadhan, termasuk oknum-oknum anggotanya kata Iskandar menutup wawancaranya
