Edisipost.com
Jakarta, 6 November 2025 – Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Barantin) DKI Jakarta menggelar kegiatan Coffee Morning bertajuk “Capaian Kinerja Badan Karantina Indonesia dalam Mendukung 1 Tahun Program Asta Cita Pemerintahan Prabowo–Gibran.”
Kegiatan ini menjadi ajang refleksi dan koordinasi lintas sektor untuk memperkuat sinergi dalam mendukung arah pembangunan nasional, khususnya di bidang ketahanan pangan, kesehatan hewan, keamanan hayati, dan perlindungan sumber daya alam.
Kepala Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan DKI Jakarta menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan momentum penting untuk mengevaluasi capaian kinerja sekaligus memastikan seluruh program karantina berjalan sejalan dengan visi pembangunan nasional.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menegaskan komitmen Badan Karantina Indonesia dalam mendukung prioritas nasional, khususnya di bidang ketahanan pangan dan perlindungan sumber daya hayati,” ujar Kepala Balai Besar Karantina DKI Jakarta.
“Coffee Morning ini juga menjadi wadah refleksi dan kolaborasi bagi seluruh pemangku kepentingan agar kinerja Barantin semakin efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.”
Dalam suasana santai namun produktif, kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan berbagai rekomendasi strategis untuk memperkuat peran Barantin sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan hayati nasional.
Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat Manaor Panggabean, turut hadir dan menegaskan komitmen lembaganya dalam mendukung Program Asta Cita Pemerintahan Prabowo – Gibran.
“Badan Karantina Indonesia terus berupaya menghadirkan layanan karantina yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing, demi mewujudkan Indonesia yang mandiri dan berdaulat di bidang pangan serta sumber daya hayati,” ungkap Sahat.
Lebih lanjut, Sahat menjelaskan bahwa fungsi karantina tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga berperan penting dalam pertahanan negara non -militer.
“Kami membawa karantina ini ke dua ranah strategis – pertama, ranah ekonomi, di mana kami mendorong peningkatan ekspor dengan memastikan seluruh produk bebas dari hama dan penyakit,” jelasnya.
“Kedua, karantina juga berperan dalam menjaga pertahanan negara dari ancaman biologis non-militer. Penyakit dan hama yang masuk dari luar bisa mengancam tanaman, hewan, bahkan kesehatan masyarakat. Ini yang harus segera kita cegah dengan memperkuat sistem karantina.”
Sahat menambahkan bahwa Barantin kini terus mempercepat proses layanan dan digitalisasi sistem agar lebih efisien dan transparan.
“Kami mempercepat sistem layanan agar semua dokumen bisa dilengkapi dengan cepat. Kalau ada dokumen yang belum lengkap, silakan koordinasi ke karantina atau ke instansi lain yang berwenang,” ujarnya.
“Semua proses sekarang sudah bisa dipantau secara digital. Kalau ada izin yang belum selesai, akan terlihat penyebabnya. Pembayaran pun tidak perlu datang ke pelabuhan – cukup dikirim langsung ke kas negara. Era digital membuat karantina berubah dari sistem manual menjadi layanan yang serba cepat dan transparan.”
Melalui kegiatan ini, Barantin DKI Jakarta berharap tercipta sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, pemangku kepentingan, dan masyarakat dalam menjaga keamanan hayati serta memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
