Berita Perang Iran Terbaru: Ringkasan Gencatan Senjata AS-Iran

oleh
Berita Perang Iran Terbaru: Ringkasan Gencatan Senjata AS-Iran

Edisi.Post – Amerika Serikat (AS) dan Iran telah mencapai kesepakatan gencatan senjata pada Rabu (8/4/2026). Kesepakatan ini terjadi setelah lebih dari sebulan kedua negara berperang, namun detail kesepakatan masih dipertanyakan.

‎Dalam keterangan yang dirilis Gedung Putih pada Rabu, Presiden AS Donald Trump menyebut bahwa ia telah menyetujui penangguhan rencana serangan ke Iran untuk dua pekan. Hal ini diungkap Trump setelah sebelumnya mengancam akan membunuh “seluruh peradaban” Iran dalam semalam.

‎Ancaman dikeluarkan Trump untuk mempertegas ultimatumnya agar Iran membuka Selat Hormuz, jalur penting distribusi minyak dunia. Seturut BBC, ancaman pembunuhan satu peradaban dalam semalam itu dikecam banyak pihak, termasuk Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Puas Leo XIV.

‎Beberapa jam sebelum masa ultimatumnya habis, Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan bahwa AS dan Iran telah bersepakat untuk melakukan gencatan senjata. Sharif menyebut kesepakatan gencatan senjata ini berlaku secara luas, termasuk di Lebanon.

‎Sharif juga menyebutkan dalam pengumuman itu bahwa AS dan Iran telah sepakat untuk bertemu di Islamabad pada Jumat (10/4). Agenda ini dijadwalkan akan membahas kesepakatan lanjutan dari gencatan senjata selama dua pekan.

‎Dalam keterangannya pada Rabu, Trump mengatakan bahwa Washington sepakat untuk melakukan gencatan senjata karena mereka telah mencapai dan melampaui semua tujuan militer di Iran. Ia juga menyebut Selat Hormuz akan dibuka sebagai bagian dari kesepakatan ini.

‎Dalam unggahan di sosial media miliknya, Trump menulis bahwa AS akan bekerja sama dengan Iran dan “membicarakan keringanan tarif dan sanksi”.

‎Namun, dalam unggahan terpisah, ia juga menyebut pemerintahannya akan menerapkan sanksi tarif kepada “negara yang memasok senjata militer ke Iran”. Sanksi tarif itu akan bernilai 50 persen dan berlaku tanpa pengecualian, katanya.