Edisipost.com
Lampung Selatan, 2 Februari 2026 – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan menegaskan komitmennya dalam menjaga keselamatan dan keamanan pelayaran nasional pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP) ke-53 dan Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PPLP) ke-38.
Peringatan tersebut dilaksanakan melalui upacara resmi yang digelar di Lampung Selatan, Senin (2/2), dan dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, didampingi Direktur KPLP Capt. Hendri Ginting.
Upacara dihadiri oleh para pimpinan kementerian/lembaga, unsur Forkopimda Provinsi Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan, pejabat di lingkungan Kementerian Perhubungan, jajaran KPLP dan PPLP, serta masyarakat nelayan setempat.
Dalam amanatnya, Dirjen Hubla Muhammad Masyhud menegaskan bahwa peringatan HUT KPLP dan PPLP bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum refleksi atas dedikasi panjang dalam menjaga keselamatan pelayaran dan penegakan hukum di laut.
“Selama lebih dari lima dekade, KPLP dan PPLP telah menjadi garda terdepan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dalam memastikan perairan Indonesia aman, tertib, dan andal sebagai jalur transportasi nasional maupun internasional,” ujar Masyhud.
Ia menekankan bahwa keberhasilan pelaksanaan tugas KPLP dan PPLP sangat bergantung pada soliditas internal Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, yang tercermin dari kesatuan visi, disiplin, profesionalisme, serta integritas seluruh personel.
Menurutnya, tantangan keselamatan pelayaran ke depan akan semakin kompleks dan dinamis, sehingga membutuhkan penguatan koordinasi dan sinergi antarinstansi serta seluruh pemangku kepentingan.
“Keselamatan pelayaran hanya dapat terwujud melalui kerja sama yang erat antara pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, operator pelayaran, pengguna jasa, serta stakeholder terkait lainnya,” tegasnya.
Usai pelaksanaan upacara, Dirjen Hubla juga melakukan dialog langsung dengan masyarakat nelayan setempat. Dalam kesempatan tersebut, ia mengimbau para nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan saat melaut dengan menggunakan perlengkapan keselamatan dan memantau kondisi cuaca.
“Keselamatan di laut adalah tanggung jawab bersama. Saya mengimbau para nelayan untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca, mematuhi rambu-rambu pelayaran, dan tidak memaksakan diri melaut apabila kondisi tidak memungkinkan,” pesannya.
Dialog berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab, di mana para nelayan menyampaikan berbagai masukan dan pertanyaan terkait keselamatan pelayaran. Dirjen Hubla menegaskan bahwa partisipasi aktif masyarakat nelayan merupakan elemen penting dalam menciptakan perairan yang aman, tertib, dan berkelanjutan.
Dalam rangka menghadapi penyelenggaraan Angkutan Lebaran, Dirjen Hubla juga meminta seluruh jajaran KPLP, PPLP, serta stakeholder terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya dalam pengawasan keselamatan pelayaran, pemeriksaan kelaiklautan kapal dan awak kapal, penguatan patroli laut, serta penegakan hukum yang konsisten.
“Keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas utama, karena di balik setiap kebijakan dan tindakan yang kita ambil terdapat tanggung jawab besar terhadap keselamatan jiwa manusia dan kelancaran aktivitas ekonomi nasional,” pungkasnya.





