Dirtipidnarkoba Polri Melaksanakan Konferensi Pers Narkoba Clandestine Lab di Sunter, Jakarta Utara

oleh
Dirtipidnarkoba Polri Melaksanakan Konferensi Pers Narkoba Clandestine Lab di Sunter, Jakarta Utara

Edisipost.com.

Telah dilaksanakan kegiatan Konferensi Pers Narkoba Clandestine Lab oleh Dirtipidnarkoba dan Karo Penmas pada hari Senin, 8 April 2024. Lokasi konferensi pers di Taman Sunter Agung 2 Blok B No 6. Bareskrim Polri menggerebek pabrik ekstasi di Perumahan Taman Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pabrik ekstasi ini dikendalikan gembong narkoba Fredy Pratama.

Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri Brigjen Mukti Juharsa menjelaskan bahwa untuk kegiatan ini bahwasanya permasalahan penyalahagunaan narkotika ini adalah suatu problema yang sangat kompleks. Maka perlu ada dukungan dari seluruh stakeholder. Ini dalam rangka mendukung dan mewujudkan dari semua pihak untuk mencapai tujuan sesuai dengan amanah UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Bahwa Bapak Ir. Joko Widodo menyampaikan pemberantasan narkoba harus lebih gencar, berani, komprehensif dan dilakukan secara terpadu.

Sebelumnya, Rabu (3/4), Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Direktorat Jenderal Bea Cukai menggerebek rumah industri narkoba jenis sabu dan happy water di daerah Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah. Dalam penggerebekan tersebut ditangkap dua orang pelaku.

Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri Brigjen Mukti Juharsa menyebut penggerebekan dilakukan pada Kamis (4/4/2024) pagi. “Dia mengendalikan langsung melalui aplikasi BBM dari Bangkok, Thailand,” kata Mukti kepada wartawan, Senin (8/4/2024). Dalam perkara ini, kata Mukti, pihaknya berhasil menangkap enam orang tersangka di lokasi. Kemudian juga mengamankan ribuan butir pil ekstasi, alat cetak dan bahan baku.

Menurut dia, clandestine lab milik jaringan Fredy Pratama itu masuk kategori lengkap, terdapat mesin cetak ekstasi, bahan baku yang siap cetak, bahan adonan dan alat pendukung pembuatan ekstasi lainnya.”Bahan baku tersebut jika dicetak bisa mencapai 1.3 juta butir,” ujarnya.

“Ini baru tes kit kemarin 7.800 itu mau diedarkan di Jakarta. Tapi kemungkinan kalau seandainya sampai 1 koma juta sekian mungkin se-Indonesia diedarkan. Tapi Kemarin tes kitnya 7.800 baru mau diedarkan di Jakarta itu keburu ditangkap. Jadi belum ada barang-barang yang keluar daripada pabrik ini, semuanya keburu ditangkap oleh anggota. Masalah WNA tidak ada, semuanya Warga Negara Indonesia. Tersangka adalah residivis, dulu adalah mantan kurirnya Fredy Pratama. Sekarang menjadi pembuat ekstasi, jadi makin pintar dia,” tutupnya Brigjen Mukti Juharsa.

Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta, Gatot Sugeng Wibowo mengatakan bahwa bermula dari temuan kami di Bandara Soekarno Hatta. Berdasarkan analisa dari teman-teman Bea Cukai itu ditemukan dan mendapatkan 2 barang kiriman dari China. Itu akhir Bulan Desember tahun 2023 dan juga akhir Januari tahun 2024. Dengan alamat pengirimnya yaitu A dari China kemudian penerimanya ada dua yaitu di Grogol dan di Sulawesi. Barangnya itu senyawa kimia untuk keperluan pertanian. Jadi jumlah totalnya 53 kilogram. Setelah dibuka ternyata ada bongkahan berwarna kuning keputihan. Itu setelah kita uji lab di Bea Cukai ternyata itu adalah senyawa namanya Methylamine HCL. Temuan itu kita koordinasikan dengan Direktorat Narkotika Bareskrim Polri untuk pengembangan dan penelitian lebih lanjut terkait untuk apa penggunaan bahan tersebut. Sehingga sampai 4 bulan ditemukanlah Clandestine Lab di Sunter Nomor 6. Tentunya ini butuh kolaborasi dan komitmen kita bersama untuk mengungkap kasus ini. Kami tidak bisa apa-apa, kami hanya menyajikan data atau temuan bahan bakunya saja.

No More Posts Available.

No more pages to load.