Edisipost.com
Jakarta, 18 April 2026 – Kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk memfokuskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada anak kurang gizi dan keluarga tidak mampu mendapat dukungan luas. Ketua Umum APKLI-P, dr. Ali Mahsun ATMO, M. Biomed, menilai langkah tersebut sebagai upaya mengembalikan esensi program ke tujuan utamanya, yakni mengatasi stunting, memperbaiki gizi anak bangsa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat kecil.
Melalui Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, pemerintah juga disebut aktif melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah dapur MBG. Dalam temuan di lapangan, terdapat beberapa dapur yang tidak memenuhi standar, bahkan diduga berdiri melalui praktik suap.
“Kami mendukung penuh kebijakan Presiden untuk menertibkan program ini. Dapur MBG yang terbukti tidak memenuhi syarat atau berdiri melalui praktik ‘nyogok’ harus ditutup permanen,” tegas Ali Mahsun.
Namun demikian, ia juga menyoroti adanya dugaan penyimpangan dalam pengelolaan program MBG di BGN. Beberapa indikasi yang disebut antara lain praktik suap dalam penentuan lokasi dapur, pengadaan 21.081 motor listrik senilai Rp42 juta per unit, paket event organizer senilai Rp113,9 miliar, pengadaan 5.000 laptop, alat makan untuk 315 SPPG senilai Rp215 miliar, hingga pengadaan kaos kaki dengan harga mencapai Rp100 ribu per pasang.
Ali Mahsun menegaskan bahwa seluruh anggaran MBG bersumber dari APBN, sehingga harus dikelola secara transparan dan akuntabel. Ia mengutip pernyataan Presiden bahwa “uang rakyat, uang negara, walau satu rupiah pun harus dipertanggungjawabkan.”
Atas dasar itu, ia mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap BGN.
“Jika dugaan korupsi dan penyalahgunaan kewenangan ini dibiarkan, maka akan mencoreng kepemimpinan Presiden, mengancam keberhasilan program MBG, dan berpotensi menjadikan program ini sebagai ajang penyalahgunaan anggaran negara,” ujarnya.
Ia menutup dengan penegasan kembali, “Saya mendesak KPK segera memeriksa BGN agar program ini tetap berjalan sesuai tujuan mulianya.
