JAKARTA,EDISIPOST.COM,29/05/2023
Oleh :
Joshua Romero
Lili Haryani D. A
Mahasiwa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional
Universitas Kristen Indonesia
Korea Selatan merupakan salah satu mitra kerja sama negara Indonesia yang telah berlangsung lama yakni sejak tahun 1973.
Tercatat bahwa kerja sama ini telah terjalin lebih dari 40 tahun dan kedua negara banyak menandatangani perjanjian kerja sama untuk mengembangkan investasi dan perdagangan serta menciptakan hubungan perdagangan dan kerja sama yang lebih erat
Salah satu bidang kerja sama yang dilakukan oleh kedua negara tersebut adalah dalam bidang ekonomi, dimana Indonesia sendiri melakukan ekspor hasil perikanan yakni Ikan Tuna ke Korea Selatan.
Kerja sama kedua belah pihak ini terjalin pada forum kerja sama yakni salah satu forum kerja sama yang baru saja ditanda tangani oleh kedua belah pihak dalam upaya peningkatan kerja sama ekspor impor adalah IK- CEPA (Indonesia – Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement) yang di ratifikasi melalui Undang – Undang Nomor 25 Tahun 2022 dan di implementasikan sejak tanggal 1 Januari 2023. Ekspor – impor Negara Indonesia dan Korea ini telah berdampak baik dan menaikan nilai ekspor ekonomi Indonesia sebesar US $ 325, 4 juta pada tahun 2021.
Berdasar pada pandangan K. J Holsti dalam bukunya yakni ” International Politics : A Framework for Analysis” dijelaskan bahwa kerja sama internasional merupakan kerja sama yang dilakukan oleh setiap negara untuk melakukan perundingan dan mencari faktor atau penyelesaian dari permasalahan berdasarkan negosiasi dari kedua belah pihak. Sehingga, salah satu alasan mengapa kerja sama ini terjalin adalah agar dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi dengan melakukan kerja sama untuk mencukupi keterbatasan dalam negara tersebut.
Dapat kita ketahui bahwa kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan ini berdasar pada konsep Business to Business, dimana posisi Negara Indonesia yang merupakan Negara berkembang sangat membutuhkan investasi dari negara asing untuk dapat meningkatkan nilai kesejahteraan ekonominya.
Korea Selatan sendiri membutuhkan ekspor ikan Tuna yang menjadi makanan pokok hewani dari negara tersebut. Korea Selatan merupakan negara yang sangat memperdulikan kesehatan sehingga sangat memperhatikan kebutuhan ikan yang kaya akan gizi sebagai salah satu makanan pokoknya.
Ekspor Ikan Tuna Indonesia ke Korea Selatan
Sepanjang tahun 2021 perdagangan internasional yang terjalin antara Korea Selatan dan Indonesia telah mengeskpor komoditas tuna serta beberapa komoditas lain seperti tongkol, dan cakalang dalam bentuk daging potong dan beku senilai US $ 325, 4 juta.
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia yakni Agus Supramanto pada tahun 2020 mengatakan bahwa ” sebagai negara maritim, sektor kelautan dan perikanan Indonesia memegang peranan yang penting dalam perekonomian nasional. Sehingga, sektor perikanan memang memiliki kontribusi yang cukup besar bagi kinerja ekspor indonesia salah satunya adalah ekspor ikan tuna Indonesia ke Korea Selatan.
” Pada tahun 2022 Kementerian Kelautan dan Perikanan membuktikan bahwa terjadi peningkatan nilai ekspor perikanan sebesar 10, 66 % pada periode Januari – November 2022 yakni nilai ekspor dari Negara Indonesia sendiri yang mencapai USD 5, 71 miliar. Komoditi tuna, cakalang, dan tongkol sendiri naik menjadi USD 865,73 juta.
Pelayanan Pelabuhan Tanjung priok sebagai wadah penyaluran barang
Pelabuhan Tanjung Priok sebagai penyalur distribusi barang yakni ekspor Tuna Indonesia sendiri melakukan upaya untuk dapat melakukan operasional pelayanan yang baik. Menteri Perhubungan Ir. Budi Karya Sumadi memberikan pernyataan bahwa ” untuk dapat meningkatkan jumlah jumlah ekspor melalui pelabuhan tanjung priuk maka waktu operasional pelayanan pelabuhan akan dilaksanakan 24 jam 7 hari seminggu yakni otoritas pelabuhan, syahbandar, bea cukai, imigrasi, operasi pelabuhan, Bank, dan stakeholder terkait”
Bukan hanya melalui waktu operasional yang kemudian menjadi 24 jam namun untuk dapat meningkatkan pelayanan yang lebih baik untuk kegiatan ekspor Indonesia sendiri maka Pelabuhan tanjung Priuk melakukan peningkatan pelayanan dengan menggunakan sistem berbasis internet yakni sistem Inaportnet yakni ( Agen Pelayaran, Perusahaan Bongkar Muat, Perusahaan jasa Transportasi dan Terminal Operator), SIMPADU yakni sistem layanan kapal dan barang di kantor otoritas pelabuhan utama tanjung Priuk, SPS Online untuk memberikan pelayanan kapal dan barang di Kantor Syahbandar Utama Tanjung Priuk, INSW yang memberikan layanan kapal dan barang pada kantor bea dan cukai serta VMS yang memberikan layanan kapal dan barang pada Badan Usaha Pelabuhan yakni PT Pelindo II Persero.
Kegiatan yang dilakukan oleh Pelabuhan Tanjung Priok sendiri melakukan pengawasan untuk dapat menjamin jalannya terlaksana kegiatan ekspor dari negara Indonesia ke negara lain.
(Sumber:economy.okezone.com/read/2020/11/27/320/2317590/indonesia-ekspor-tuna-ke-korea-selatan?page=2)
Dari hal tersebut, dapat kita lihat bahwa setiap aktor melakukan kerja sama untuk dapat melakukan tugas dan kepentingan dengan baik. Untuk dapat membantu lancarnya kegiatan ekspor ikan tuna Negara Indonesia ke Korea Selatan, maka Pelabuhan Tanjung priuk kemudian melakukan peningkatan pelayanan ekspor 24 jam dengan pelayanan dan pengawasan berbasis internet.
Pelabuhan Tanjung Priuk sendiri melakukan sebuah pengawasan yang bertujuan menjamin kelancaran dari kegiatan ekspor Indonesia. Bukan hanya peran dari pelabuhan tanjung priuk, namun negara Indonesia dengan berbagai aktor terkait berusaha mengupayakan hal tersebut. Secara kerja sama, Indonesia dan Korea Selatan merupakan mitra kerja sama yang telah berlangsung sejak lama.
Kerja sama ini telah berdampak positif bagi perekonomian negara Indonesia yakni menaikan nilai ekonomi dari komoditi ikan tuna pada tahun 2022 menjadi USD 865, 73 juta serta telah membantu meningkatkan kerja sama dengan forum kerja sama baru Indonesia – Korea Selatan pada tahun 2023 yakni IK- CEPA (Indonesia – Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement.
Oleh karena itu, perlu adanya komitmen dari setiap aktor yang telah terlibat untuk dapat menjalankan tugas dan kewajiban dengan baik agar dapat mencapai kepentingannya.
