Edisipost.com
JAKARTA – Lembaga survei ETOS Indonesia Institute merilis hasil survei mengenai kinerja dan tingkat apresiasi publik terhadap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah (Polda) di Indonesia. Survei yang digelar pada 1–10 Juni 2026 itu menempatkan lima Kabid Humas terbaik berdasarkan penilaian responden dari berbagai daerah.
Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute, Iskandarsyah, mengatakan survei tersebut melibatkan hampir 1.500 responden dengan margin of error 2,41 persen dan tingkat kepercayaan 96 persen menggunakan metode random sampling atau pengambilan sampel secara acak.
“Survei yang dilaksanakan pada 1 hingga 10 Juni 2026 ini melibatkan hampir 1.500 responden dari berbagai wilayah di Indonesia. Meski bertepatan dengan masa libur, kami bersyukur hasil survei ini dapat segera dirilis kepada publik,” ujar Iskandarsyah di Jakarta, Selasa (16/6/2026).
Menurutnya, proses penilaian dilakukan secara bertahap. Dari seluruh Kabid Humas Polda di Indonesia, responden terlebih dahulu memilih 10 nama terbaik yang kemudian disaring kembali hingga menghasilkan lima besar.
Berikut hasil survei ETOS Indonesia Institute mengenai Kabid Humas Polda Terbaik 2026:
- Kombes Pol Jules Abraham Abast, S.I.K. (Kabid Humas Polda Jawa Timur) – 24,1 persen
- Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, S.H., M.H. (Kabid Humas Polda Riau) – 22,7 persen
- Kombes Pol Artanto, S.I.K., M.Si. (Kabid Humas Polda Jawa Tengah) – 20,2 persen
- Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, S.I.K., M.H. (Kabid Humas Polda Banten) – 19,3 persen
- Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. (Kabid Humas Polda Kalimantan Selatan) – 13,7 persen
Iskandarsyah menegaskan bahwa hasil tersebut merupakan murni pilihan responden yang dilakukan secara independen dan acak.”Ini adalah hasil pilihan responden yang dilakukan secara random. Dari 36 Kabid Humas Polda yang menjadi objek penilaian, terpilih lima sosok yang dinilai memiliki kualitas komunikasi publik terbaik,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penilaian masyarakat tidak hanya didasarkan pada intensitas kemunculan seorang pejabat di media, tetapi juga pada kemampuan membangun komunikasi yang efektif, transparan, dan mudah dipahami oleh masyarakat.
“Kabid Humas memiliki peran strategis sebagai kepanjangan tangan Kapolda dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Mereka dituntut mampu menjaga komunikasi yang baik, memberikan informasi yang akurat, serta membangun kepercayaan publik terhadap institusi Polri,” jelasnya.
Menurut Iskandarsyah, tugas seorang Kabid Humas bukanlah pekerjaan yang mudah karena berada di garda terdepan dalam menjembatani hubungan antara kepolisian, media massa, dan masyarakat.
“Penilaian ini bukan semata-mata karena kandidat sering tampil di media. Yang menjadi perhatian utama responden adalah kualitas komunikasi, kemampuan menyampaikan informasi secara jelas, serta profesionalisme dalam menjalankan tugas kehumasan,” tegasnya.
Sebagai bentuk apresiasi, ETOS Indonesia Institute berencana mengusulkan lima nama terbaik tersebut untuk mendapatkan penghargaan sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam bidang komunikasi publik.
“Kami berharap hasil survei ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh Kabid Humas Polda di Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat. Pada akhirnya, komunikasi yang baik akan memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian,” pungkas Iskandarsyah.
