Edosipost.com
Jakarta, 7 Oktober 2025
Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute, Iskandarsyah, melontarkan kritik tajam terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung (Kejagung) atas lambannya penanganan dugaan korupsi dan manipulasi laporan keuangan di tubuh PT Pupuk Indonesia.
Iskandar menyampaikan hal tersebut dalam sebuah diskusi politik yang digelar di Jakarta. Ia menyoroti bahwa dugaan kasus korupsi yang berpotensi merugikan negara hingga Rp8,3 triliun sudah diungkap sejak hampir setengah tahun lalu, namun belum ada langkah konkret dari aparat penegak hukum.
“Kasus ini sudah kita buka hampir setengah tahun lalu. Tapi rupanya aparat penegak hukum baik Kejaksaan Agung maupun KPK diam, tak bergerak apalagi bersuara. Saya tak tahu apakah di belakang ada lobi-lobi transaksional, cuma mereka yang tahu, dan Tuhan,” ujar Iskandar dengan nada tinggi.
Menurutnya, sikap diam KPK dan Kejagung menunjukkan lemahnya komitmen dalam memberantas korupsi, khususnya di BUMN. Iskandar bahkan menyarankan agar dua lembaga penegak hukum tersebut dibubarkan jika tak mampu menegakkan keadilan secara nyata.
“Saran saya, bubarkan saja KPK dan Kejagung kalau mereka tak punya nyali menegakkan kebenaran di negeri ini. Kita ini perlu implementasi nyata, bukan janji-janji palsu di hadapan publik. Tak malu sama rakyat, dibiayai pakai uang rakyat, tapi giliran hak rakyat dirampok, kalian bungkam semua,” tegasnya.
Ia juga mempertanyakan keberpihakan media mainstream yang dinilai lebih memilih menayangkan konten ringan ketimbang mengangkat isu serius yang menyangkut kepentingan rakyat.
“Media-media mainstream, ke mana kalian? Yang begini kalian tak berani naikkan. Malah yang joget-joget kalian sajikan ke publik,” tambahnya.
Iskandar menutup pernyataannya dengan menyebut bahwa tantangan terbesar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bukan hanya ekonomi atau stabilitas politik, melainkan bahaya laten korupsi yang telah menjalar ke seluruh sektor, termasuk BUMN.
“Semua BUMN korup, semua BUMN merugi, tapi semua diam. Apakah ini tanda-tanda runtuhnya bangsa ini?” tutup Iskandar dengan penuh keprihatinan.
