IPC TPK Panjang Resmikan Operasional QCC 004, Perkuat Kapasitas Layanan Pelabuhan di Sumatera Bagian Selatan

oleh
IPC TPK Panjang Resmikan Operasional QCC 004, Perkuat Kapasitas Layanan Pelabuhan di Sumatera Bagian Selatan

Edisipost.com

Jakarta, 14 Juli 2026 – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Panjang resmi mengoperasikan Quay Container Crane (QCC) 004 sebagai bagian dari upaya modernisasi fasilitas terminal guna meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan kepelabuhanan. Pengoperasian alat baru tersebut telah melalui pemeriksaan teknis dan dinyatakan layak beroperasi sesuai dengan kapasitasnya. Seremoni pengoperasian perdana QCC 004 dilaksanakan pada 2 Juli 2026 di Pelabuhan Panjang, Lampung.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis IPC TPK, Yanuar Evyanto, mengatakan bahwa penambahan fasilitas tersebut merupakan langkah strategis perusahaan dalam mengantisipasi pertumbuhan arus barang yang terus meningkat di wilayah Lampung dan sekitarnya.

“Peningkatan fasilitas ini adalah respons proaktif kami terhadap dinamika pertumbuhan arus barang yang terus meningkat di wilayah Lampung dan sekitarnya,” ujar Yanuar.

Kehadiran QCC 004 diharapkan mampu meningkatkan produktivitas bongkar muat sekaligus memperkuat peran Pelabuhan Panjang sebagai pintu gerbang logistik di Sumatera Bagian Selatan. Crane bertipe Post-Panamax ini memiliki outreach sepanjang 45 meter dengan kemampuan menjangkau 16 hingga 17 baris peti kemas, sehingga mampu melayani kapal-kapal berkapasitas lebih besar secara lebih efisien.

Modernisasi peralatan ini juga menjadi bagian dari komitmen IPC TPK dalam menghadirkan layanan terminal yang lebih andal, cepat, dan berdaya saing, seiring dengan meningkatnya kebutuhan industri logistik dan perdagangan nasional.

Peresmian operasional QCC 004 turut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, antara lain Kantor KSOP Kelas I Panjang, KPP Bea dan Cukai TMP B Bandar Lampung, Balai Karantina Pertanian, asosiasi kepelabuhanan dan logistik, para pengguna jasa, serta mitra kerja Pelindo.

Menurut Yanuar, investasi pada modernisasi alat tidak hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas terminal, tetapi juga memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem kepelabuhanan yang semakin kompetitif.

Harapannya, modernisasi alat ini tidak hanya mendongkrak kapasitas terminal (throughput) kami, tetapi juga memperkuat sinergi dengan seluruh stakeholder dalam menciptakan ekosistem kepelabuhanan yang andal dan berdaya saing global, tutup Yanuar.