Juara Starbucks Barista Championship 2025, Gregorius Michael Siap Bawa Nama Indonesia ke Tingkat Asia

oleh
Juara Starbucks Barista Championship 2025, Gregorius Michael Siap Bawa Nama Indonesia ke Tingkat Asia

Edisipost.com

JAKARTA – Gregorius Michael, barista asal Surabaya, berhasil meraih gelar juara pertama dalam ajang Starbucks Barista Championship 2025 yang digelar di Grand Indonesia East Mall, Jakarta, pada 12-16 Februari 2025. Setelah melalui persaingan ketat, Gregorius berhasil mengalahkan 8 barista terbaik lainnya yang berasal dari berbagai penjuru Indonesia, dalam kompetisi yang diikuti lebih dari 500 peserta.

Ajang bergengsi ini mempertemukan sembilan barista terpilih yang sebelumnya telah diseleksi melalui serangkaian kompetisi tingkat region. Para finalis diuji dalam tiga kategori utama: Pour Over, Latte Art, dan Signature Beverage. Dalam kompetisi tersebut, Gregorius menunjukkan kemampuan teknis dan kreativitas luar biasa, membuatnya unggul di antara para pesaing.

Berikut adalah profil dari barista-top 9 yang berhasil mencapai babak final:

1. Juara 1: Gregorius Michael (Starbucks Reserve Galaxy Mall 3, Surabaya)
Gregorius memulai perjalanan karirnya di dunia kopi pada 2019 dan bergabung dengan Starbucks pada 2022. Melalui berbagai pengalaman di Starbucks, ia berhasil menjadi Coffee Master bersertifikat pada 2023 dan District Coffee Master pada 2024. Kompetisi ini menjadi puncak perjalanan karirnya, membawa ia meraih kemenangan di ajang Starbucks Barista Championship 2025.

2. Juara 2: I Gusti Putu Bagus Krishna Dwipayana (Starbucks Reserve Dewata, Bali)
Krishna yang bergabung dengan Starbucks pada 2022, membawa perspektif baru dalam industri kopi, terutama di Bali. Ia menjadi Coffee Experience Specialist di Starbucks Reserve Dewata pada 2023 dan siap melangkah menjadi Coffee Ambassador Starbucks Indonesia.

3. Juara 3: Cevin Jaka Hardo (Ceha) (Starbucks Menteng Huis, Jakarta)
Ceha memulai karirnya pada 2022 dan menjadi Shift Supervisor di Starbucks Menteng Huis pada 2024. Sebagai District Coffee Master, ia meraih juara mewakili Region 6 di SBC 2025, dengan moto hidup “Semakin banyak belajar, semakin paham, semakin banyak yang bisa kita lakukan untuk menjadi lebih baik.”

Selain tiga besar, enam finalis lainnya yang berhasil mencapai babak terakhir adalah Alexander Jordan Tulandi (Starbucks Mall of Indonesia, Jakarta), Amanda Alifa Putri Purnomo (Starbucks Central Park, Jakarta), Dian Rudiana (Starbucks Puri Mansion, Jakarta), Fatih Cindy Saputri (Starbucks DT KM 456 B, Semarang), Fikry Wira Frhasty (Starbucks Reserve Deli Park, Medan), dan Syah Rizqy Satria (Starbucks Transmall Cibubur, Jakarta).

Kompetisi ini bukan hanya ajang adu skill, tapi juga menjadi kesempatan untuk para barista berbagi ilmu dan memperlihatkan semangat mereka dalam mengembangkan industri kopi Indonesia. Starbucks Barista Championship 2025 telah berhasil menyuguhkan tontonan yang seru dan penuh inspirasi bagi semua penggemar kopi di tanah air.

Berikut adalah profil 9 barista yang berhasil mencapai babak final Starbucks Barista Championship 2025:

Gregorius Michael (Starbucks Reserve Galaxy Mall 3, Surabaya) – Juara 1
Gregorius memulai perjalanan kariernya di dunia kopi pada 2019, namun saat itu ia belum tahu pasti apa yang ingin dicapai di industri kopi. Pada 2022, ia bergabung dengan Starbucks sebagai barista paruh waktu di Starbucks Kenjeran, Surabaya. Sejak bergabung dengan Starbucks, ia berkembang pesat dan berhasil menjadi Coffee Master pada 2023, District Coffee Master pada 2024, dan Shift Supervisor pada 2024. Gregorius meraih juara pertama di SBC 2025 setelah menunjukkan keterampilan luar biasa dalam Pour Over, Latte Art, dan Signature Beverage.

I Gusti Putu Bagus Krishna Dwipayana (Starbucks Reserve Dewata, Bali) – Juara 2
Krishna bergabung dengan Starbucks pada 2022 dengan tujuan memberikan perspektif baru tentang industri kopi, terutama di Bali. Ia menjadi Coffee Experience Specialist di Starbucks Reserve Dewata pada 2023. Dengan pengalaman luas di dunia kopi, Krishna siap menjadi Coffee Ambassador Starbucks Indonesia berikutnya, mewakili Region 5 dalam Starbucks Barista Championship 2025.

Cevin Jaka Hardo (Ceha) (Starbucks Menteng Huis, Jakarta) – Juara 3
Ceha memulai kariernya pada 2022 sebagai barista paruh waktu, kemudian menjadi Shift Supervisor di Starbucks Menteng Huis pada 2024. Pada 2023, ia berhasil menjadi District Coffee Master dan memenangkan SBC 2025 mewakili Region 6. Ceha dikenal dengan semangat dan tekadnya yang tinggi untuk terus belajar dan berkembang dalam industri kopi, dengan moto hidup “Semakin banyak belajar, semakin paham, semakin banyak yang bisa kita lakukan untuk menjadi lebih baik.”

Alexander Jordan Tulandi (Starbucks Mall of Indonesia, Jakarta) – Finalis
Alex bergabung dengan Starbucks pada 2020 sebagai barista paruh waktu dan menjadi Coffee Master pada 2022. Semangatnya untuk mempelajari industri kopi dan mengembangkan keterampilannya membuatnya menjadi salah satu perwakilan Region 4 di Starbucks Barista Championship 2025. Alex juga berfokus pada interaksi dengan pelanggan dan pengembangan minuman kopi yang berkualitas.

Amanda Alifa Putri Purnomo (Starbucks Central Park, Jakarta) – Finalis
Amanda memulai perjalanan kariernya di Starbucks pada 2020 sebagai barista paruh waktu dan dipromosikan menjadi Shift Supervisor pada 2023. Meskipun sempat dirumahkan saat pandemi, ia kembali bergabung dengan Starbucks dan terus berkembang. Pada 2022, ia meraih juara 2 dalam SBC dan melanjutkannya dengan SBC 2023 hingga SBC 2025. Kopi favoritnya adalah Caramel Macchiato, dan ia juga memiliki hobi bernyanyi dan menari.

Dian Rudiana (Starbucks Puri Mansion, Jakarta) – Finalis
Dian bergabung dengan Starbucks pada 2018 sebagai barista paruh waktu dan menjadi Coffee Master pada 2019. Ia dikenal karena kecintaannya pada kopi dan telah mengikuti berbagai kompetisi kopi, termasuk Kompetisi Coffee Story dan Art of Pairing. Dian terpilih sebagai Barista Idol pada 2022 dengan minuman andalan, Double Shot Salted Caramel Latte. Pada 2024, ia menjadi Shift Supervisor dan Store Manager di Starbucks Puri Mansion.

Fatih Cindy Saputri (Starbucks DT KM 456 B, Semarang) – Finalis
Cindy memulai kariernya di Starbucks pada 2022 dan telah menunjukkan perkembangan pesat dalam perjalanan kopinya. Semangatnya untuk menghadapi tantangan baru membawanya berkompetisi di Starbucks Barista Championship 2025. Cindy percaya bahwa kesuksesan tak hanya ditentukan oleh hasil akhir, tetapi oleh cara kita menghadapi dan mengatasi ketakutan serta rintangan.

Fikry Wira Frhasty (Starbucks Reserve Deli Park, Medan) – Finalis
Fikry bergabung dengan Starbucks pada 2021 sebagai barista paruh waktu dan menjadi Coffee Master pada 2023. Ia juga meraih juara pertama dalam Starbucks Latte Art Competition 2024 dan berkompetisi di Starbucks Barista Championship Region 9. Fikry sangat antusias dalam mempelajari ilmu baru tentang kopi dan mengembangkan keterampilan dalam menyeduh kopi secara manual dan latte art.

Syah Rizqy Satria (Starbucks Transmall Cibubur, Jakarta) – Finalis
Rizqy baru bergabung dengan Starbucks pada 2022 dan belum memiliki pengalaman dalam dunia kopi atau peran barista sebelumnya. Ia memulai kariernya sebagai barista paruh waktu di Transmall Cibubur, dan berkat dedikasi serta semangat belajarnya, Rizqy berhasil menjadi perwakilan Region 7 di Starbucks Barista Championship 2025. Meskipun baru di dunia kopi, Rizqy telah menunjukkan perkembangan yang luar biasa dan merasa bangga dengan pencapaiannya hingga saat ini.

Ke-9 barista ini menunjukkan semangat, dedikasi, dan keterampilan yang luar biasa, menjadikan Starbucks Barista Championship 2025 sebagai ajang yang penuh inspirasi bagi industri kopi Indonesia.

Setelah meraih gelar juara pertama dalam Starbucks Barista Championship 2025, Gregorius Michael memberikan penjelasan tentang kunci kesuksesannya dalam kompetisi ini. Ia menyatakan bahwa kemenangan ini bukan hanya hasil dari kemampuan teknis semata, tetapi juga berkat semangat untuk terus belajar dan berkembang. “Kemenangan ini tidak datang begitu saja. Setiap proses yang saya jalani mengajarkan saya untuk tidak takut gagal dan selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap langkah,” ujar Gregorius.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa nilai-nilai CRAFT, COURAGE, dan JOY yang dipegang oleh Starbucks sangat berpengaruh dalam perjalanan kariernya. “Kompetisi ini mengajarkan saya bahwa kopi bukan sekadar tentang kesempurnaan, tetapi tentang bagaimana kita bisa menemukan kebahagiaan dalam setiap proses. Saya selalu berusaha untuk menikmati perjalanan ini, bukan hanya fokus pada hasil akhirnya,” tambah Gregorius.

Sebagai pemenang, Gregorius akan mewakili Indonesia di Starbucks Regional Barista Championship tingkat Asia pada tahun 2026. “Ini adalah kesempatan besar untuk membawa nama Indonesia lebih jauh lagi di kancah internasional. Saya berharap dapat menunjukkan kepada dunia betapa luar biasanya industri kopi Indonesia dan barista-barista terbaiknya,” ujar Gregorius penuh semangat.

Ia pun berjanji untuk terus memperdalam pengetahuannya tentang kopi dan mengasah keterampilannya agar dapat tampil lebih baik di ajang Asia mendatang. “Tantangan di tingkat Asia tentu lebih besar, tapi saya siap memberikan yang terbaik dan berusaha untuk mengharumkan nama Indonesia di sana,” tutupnya.