Edisipost.com
XUZHOU, CHINA – Komitmen percepatan transformasi menuju Green Logistics dan Green Port di Indonesia semakin diperkuat. Ketua Umum Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (ASDEKI), Mustofa Kamal Hamka, melakukan kunjungan strategis ke pabrik alat berat ternama XCMG di Kota Xuzhou, China.(19/05/2026)
Dalam kunjungan tersebut, Mustofa Kamal Hamka didampingi oleh Ketua DPW ASDEKI Kalimantan Timur, Nugrahi Mawan atau yang akrab disapa Pak Ahong, bersama perwakilan manajemen PT Pattaya, yakni Pak Rocky dan Pak Ronny.
Kunjungan ini difokuskan pada peninjauan langsung proses produksi alat berat berbasis listrik (electric heavy equipment) yang diproduksi XCMG, mulai dari Reach Stacker, Side Loader, hingga Forklift listrik untuk mendukung operasional depo kontainer dan pelabuhan modern.
Respons atas Lonjakan Harga Solar dan Transisi Energi Nasional
Langkah yang dilakukan ASDEKI ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap arahan Presiden Republik Indonesia dalam mempercepat penggunaan kendaraan dan alat berat berbasis listrik di berbagai sektor industri nasional.
Selain mendukung program transisi energi bersih, penggunaan alat berat listrik juga dinilai menjadi solusi strategis di tengah tingginya harga bahan bakar solar yang terus mengalami kenaikan dan berdampak langsung terhadap biaya operasional depo maupun pelabuhan.
Ketua Umum ASDEKI, Mustofa Kamal Hamka, menegaskan bahwa pelaku industri logistik harus mulai mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil demi menjaga efisiensi dan keberlanjutan usaha.
“Kami mengimbau kepada seluruh anggota ASDEKI, pengelola pelabuhan, serta seluruh stakeholder di sektor logistik agar segera beralih menggunakan alat berat bertenaga listrik. Ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis untuk menekan tingginya biaya operasional akibat lonjakan harga solar,” ujar Mustofa Kamal Hamka.
Energi Terbarukan Jadi Kunci Keberlanjutan Bisnis
Senada dengan hal tersebut, Ketua DPW ASDEKI Kalimantan Timur, Nugrahi Mawan (Ahong), menilai bahwa adaptasi terhadap teknologi ramah lingkungan menjadi langkah penting agar pelaku usaha depo kontainer mampu bertahan dan bersaing di era industri modern.
“Para pengusaha depo harus mampu melihat arah masa depan industri. Dengan mengadopsi energi terbarukan, kita tidak hanya berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan, tetapi juga menciptakan bisnis yang lebih stabil, efisien, dan kompetitif,” kata Ahong.
Melalui kunjungan ke pabrik XCMG di Xuzhou ini, ASDEKI berharap dapat membuka peluang kerja sama strategis dalam penyediaan alat berat listrik yang andal dan berteknologi tinggi guna mendukung modernisasi infrastruktur logistik nasional.
Sinergi antara asosiasi, pelaku usaha, dan penyedia teknologi global diyakini akan menjadi langkah penting dalam mewujudkan sistem logistik Indonesia yang lebih hijau, efisien, dan berkelanjutan.
“Mari bersama-sama mewujudkan Green Port dan Green Logistics dengan dukungan Green Energy demi Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing global.
