Edisipost.com
Padang, 28 April 2026 – Arus peti kemas di Terminal Petikemas Teluk Bayur mencatatkan kinerja positif pada awal tahun 2026.
PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) sebagai operator terminal petikemas di kawasan tersebut berhasil membukukan pertumbuhan throughput sebesar 5,3% pada Triwulan I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sepanjang Januari hingga Maret 2026, volume peti kemas mencapai 27.188 TEUs, meningkat dari 25.814 TEUs pada Triwulan I 2025. Peningkatan ini menjadi sinyal menguatnya aktivitas logistik di Sumatera Barat, seiring dengan membaiknya kinerja perdagangan luar negeri.
Corporate Secretary IPC TPK, Daniel Setiawan, menyatakan bahwa capaian tersebut mencerminkan peningkatan arus barang melalui pelabuhan. “Pertumbuhan 5,3% pada Triwulan I 2026 menunjukkan adanya peningkatan volume peti kemas. Kami terus memastikan layanan terminal berjalan optimal untuk menjaga kelancaran distribusi barang,” ujarnya.
Kenaikan throughput ini terutama didorong oleh lonjakan ekspor sejumlah komoditas unggulan. Volume peti kemas bermuatan gambier dan palm fatty tercatat melonjak lebih dari 100%. Sementara itu, komoditas karet tumbuh 6,18% dan pakan ternak meningkat sebesar 2,34%.
Sebagai terminal petikemas utama di Teluk Bayur, IPC TPK terus memperkuat layanan operasional melalui peningkatan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perusahaan pelayaran hingga pengguna jasa. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas layanan di tengah dinamika operasional pelabuhan.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat turut mengonfirmasi tren positif tersebut. Pada periode Januari hingga Februari 2026, nilai ekspor tercatat meningkat 42,94%, sementara impor melonjak hingga 110,58% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. India, Pakistan, dan Tiongkok menjadi tujuan utama ekspor, sedangkan impor didominasi oleh Singapura, Malaysia, dan Kanada.
Dengan capaian ini, Teluk Bayur semakin mengukuhkan perannya sebagai simpul strategis distribusi logistik di wilayah barat Indonesia.
“Perusahaan akan terus menjaga momentum pertumbuhan ini melalui peningkatan kapasitas layanan serta memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan guna memastikan kinerja operasional tetap optimal,” tutup Daniel.
