Kinerja Tol Laut PELNI Melonjak di 2025, Angkutan Peti Kemas Tembus 13.142 TEUs

oleh
Kinerja Tol Laut PELNI Melonjak di 2025, Angkutan Peti Kemas Tembus 13.142 TEUs

Edisipost.com
Jakarta, 11 Januari 2026

PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) mencatatkan kinerja positif dalam penugasan angkutan barang sepanjang tahun 2025. Total angkutan peti kemas yang berhasil direalisasikan mencapai 13.142 TEUs atau setara 106 persen dari capaian tahun sebelumnya yang berada di angka 12.429 TEUs.

Capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 713 TEUs dibandingkan tahun 2024.

Dari total realisasi tersebut, muatan berangkat mendominasi dengan volume 9.103 TEUs atau 69 persen dari total produksi. Sementara muatan balik tercatat sebesar 4.039 TEUs atau 31 persen. Muatan berangkat sebagian besar diisi oleh barang kebutuhan pokok dan barang penting (bapokting), sedangkan muatan balik didominasi oleh komoditas unggulan daerah.

Pada 2025, Pemerintah menugaskan PELNI untuk mengoperasikan delapan trayek angkutan barang dengan total 32 pelabuhan singgah. Hingga akhir tahun, PELNI berhasil merealisasikan 110 voyage. Kinerja tersebut didukung oleh pengoperasian lima kapal angkutan barang milik PELNI serta tiga kapal Kendhaga Nusantara.

Direktur Utama PELNI, Tri Andayani, menyampaikan bahwa capaian ini menjadi bukti keberhasilan program Tol Laut dalam mendukung kebijakan pemerintah, khususnya dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga barang di wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP).

“Keberhasilan kinerja penugasan angkutan barang hingga 106 persen menunjukkan bahwa program ini dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat maupun pemerintah daerah. Program ini berdampak langsung dalam menjaga ketersediaan barang kebutuhan pokok di wilayah 3TP,” ujar Tri Andayani.

Ia juga menambahkan bahwa secara nasional, program Tol Laut terbukti mampu menurunkan disparitas harga hingga 20 sampai 40 persen. Menurutnya, penugasan angkutan barang bukan hanya sekadar layanan logistik, tetapi juga menjadi instrumen pemerataan ekonomi nasional.

“Penugasan ini bukan hanya sekadar angkutan barang, tetapi juga instrumen pemerataan ekonomi yang sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Kami mengapresiasi dukungan Pemerintah serta kepercayaan masyarakat kepada PELNI,” tambahnya.

Berdasarkan data produksi, lima jenis muatan berangkat terbanyak sepanjang 2025 meliputi beras, gula dan tepung, air mineral, minyak goreng, serta daging ayam. Sementara lima komoditas muatan balik terbanyak terdiri atas arang, kopra, rumput laut, kopi, dan ikan beku.

Adapun lima trayek dengan produksi tertinggi sepanjang 2025 adalah Trayek T-9 dengan total 3.400 TEUs, Trayek T-24 sebesar 2.184 TEUs, Trayek T-6 sebesar 1.817 TEUs, Trayek H-1 sebesar 1.567 TEUs, serta Trayek S-5B dengan volume 1.282 TEUs.

Dari sisi wilayah operasional, lima cabang PELNI dengan muatan terbanyak pada 2025 masing-masing adalah Surabaya dengan 5.743 TEUs, Kupang 2.191 TEUs, Ternate 2.085 TEUs, Tanjung Priok 1.003 TEUs, dan Sorong sebesar 512 TEUs.

Memasuki tahun 2026, PELNI kembali mendapatkan penugasan untuk mengoperasikan delapan trayek angkutan barang yang mencakup wilayah barat hingga timur Indonesia. Trayek-trayek tersebut diharapkan semakin memperkuat konektivitas nasional serta mendukung kelancaran distribusi logistik di berbagai daerah.

Melalui koordinasi yang erat dengan para pemangku kepentingan, PELNI berkomitmen memastikan distribusi barang kebutuhan pokok berjalan lancar, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah nusantara