Edisipost.com
Jakarta, 13 Mei 2026 – Industri pelabuhan kini tidak lagi sekadar identik dengan aktivitas bongkar muat peti kemas. Di balik operasionalnya, pelabuhan memegang peran strategis sebagai simpul utama rantai pasok nasional sekaligus penggerak konektivitas ekonomi global yang membuka peluang luas bagi berbagai disiplin ilmu dan talenta masa depan.
Berangkat dari semangat tersebut, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menerima kunjungan industri mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia melalui Program Jejak Pelabuhan pada Jumat (8/5). Program ini menjadi bagian dari upaya IPC TPK dalam menjembatani teori akademik dengan realita operasional industri kepelabuhanan modern.
Melalui kegiatan tersebut, para mahasiswa memperoleh kesempatan untuk melihat langsung ekosistem kerja pelabuhan modern dengan mengunjungi Integrated Planning & Control Room serta Terminal Operasi 3 di Pelabuhan Tanjung Priok. Tidak hanya menyaksikan proses bongkar muat peti kemas, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai peran pelabuhan sebagai pusat pengambilan keputusan bisnis, penghubung rantai pasok global, hingga bagian penting dalam transformasi digital dan penerapan sustainability di sektor logistik nasional.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa turut mempelajari pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung efisiensi operasional pelabuhan, mulai dari penggunaan sistem terintegrasi hingga mitigasi risiko terhadap potensi gangguan operasional. Selain itu, mereka juga mendapatkan gambaran mengenai pengelolaan customer relation, struktur organisasi pelabuhan, serta pentingnya koordinasi lintas fungsi dan sektor dalam menjaga kelancaran arus logistik nasional.
Corporate Secretary IPC TPK, Daniel Setiawan, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk membuka wawasan generasi muda terhadap industri kepelabuhanan dan logistik yang terus berkembang.
“Dunia kepelabuhanan saat ini bukan lagi industri yang eksklusif atau hanya dipahami oleh kalangan tertentu. Industri ini sangat terbuka dan membutuhkan banyak perspektif keilmuan, mulai dari ekonomi, bisnis, teknologi, data, sustainability, hingga komunikasi. Karena itu, kami ingin membuka wawasan bahwa pelabuhan adalah industri masa depan yang relevan bagi generasi muda,” ujar Daniel Setiawan.
Berbeda dengan kunjungan akademik pada umumnya, Program Jejak Pelabuhan dirancang untuk memberikan pengalaman industri yang lebih kontekstual dan strategis. Mahasiswa diajak memahami bagaimana efisiensi logistik memengaruhi biaya distribusi nasional, bagaimana arus perdagangan internasional bergerak melalui pelabuhan, hingga bagaimana terminal peti kemas terus bertransformasi melalui digitalisasi dan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Sebagai operator terminal peti kemas di bawah naungan Pelindo Group, IPC TPK menilai pengenalan industri sejak dini menjadi langkah penting untuk memperkecil kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Perusahaan juga berharap keterbukaan akses terhadap dunia kepelabuhanan dapat mengubah perspektif generasi muda bahwa sektor ini merupakan industri yang dinamis, modern, dan memiliki prospek besar di masa depan.
“Melalui Program Jejak Pelabuhan, kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan realita industri. Mahasiswa tidak hanya melihat proses operasional, tetapi juga memahami bagaimana pelabuhan bekerja sebagai penghubung rantai pasok dan penggerak aktivitas ekonomi. Harapannya, mahasiswa dapat melihat langsung bahwa sektor ini terus berkembang dan membutuhkan banyak talenta dengan beragam latar belakang keilmuan,” tutup Daniel Setiawan.
