Edisipost.com
Surabaya (5/11/2025) – Dua anak usaha BUMN di sektor jasa maritim, PT Pelindo Marine Service (Pelindo Marine) dan PT Pertamina Trans Kontinental (PTK), resmi menandatangani kerja sama strategis dalam penyediaan layanan kapal tunda di wilayah kerja Pelabuhan Sei Kolak Kijang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.
Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung pada Selasa, 5 November 2025, di Gedung Pelindo Place lantai 16, Surabaya, oleh Direktur Utama PT Pelindo Marine Service, Warsilan, dan GM Marine Business & Operation Region 1 PT Pertamina Trans Kontinental, Era Wijaya.
Sinergi antara kedua perusahaan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat layanan penundaan kapal — salah satu komponen vital dalam keselamatan dan kelancaran operasional pelabuhan. Layanan ini memastikan kapal dapat bersandar dengan aman dan efisien, sekaligus mendukung kelancaran arus barang serta memperkuat perdagangan nasional.
Direktur Utama PT Pelindo Marine Service, Warsilan, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam meningkatkan efisiensi dan daya saing nasional.
“Melalui kerja sama ini, kami dapat mengelola armada kapal tunda secara lebih efektif dan efisien. Kami berkomitmen untuk menjaga kualitas layanan, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta berkontribusi dalam menurunkan biaya logistik nasional,” ujar Warsilan.
Sementara itu, GM Marine Business & Operation Region 1 PT Pertamina Trans Kontinental, Era Wijaya, menekankan bahwa sinergi ini tidak hanya sebatas kerja sama operasional, tetapi juga menjadi sarana pertukaran pengetahuan dan peningkatan kompetensi antarperusahaan.
“Kami menyambut baik kerja sama ini. Sinergi antara anak usaha BUMN ini membuka peluang pertukaran wawasan dan pengalaman untuk meningkatkan standar layanan maritim di Indonesia,” ungkap Era Wijaya.
Kolaborasi strategis antara Pelindo Marine dan Pertamina Trans Kontinental ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antar BUMN di sektor maritim memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Selain memperkuat layanan pelabuhan dan konektivitas antarpulau, kerja sama ini juga mendukung visi besar Indonesia sebagai poros maritim dunia.
“Sinergi ini bukan hanya memperkuat bisnis, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap pembangunan ekonomi nasional dan penguatan posisi Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki jalur perdagangan strategis,” tutup Warsilan.
