PELNI Lepas Pelayaran Perdana Tol Laut 2026, Perkuat Distribusi Bapokting ke Wilayah 3TP

oleh
PELNI Lepas Pelayaran Perdana Tol Laut 2026, Perkuat Distribusi Bapokting ke Wilayah 3TP

Edisipost.com
Surabaya, 10 Januari 2026 – PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) resmi melepas pelayaran perdana program Tol Laut tahun 2026 dengan mengoperasikan KM Logistik Nusantara 3 dari Kade Mirah, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Sabtu (10/1).

Pelepasan ini menjadi penanda dimulainya kembali komitmen PELNI dalam menjaga kelancaran distribusi logistik nasional, khususnya ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3TP).

Acara pelepasan pelayaran perdana tersebut dihadiri oleh Direktur Utama PELNI Tri Andayani, Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PELNI Kokok Susanto, Kasubdit Angkutan Laut Dalam Negeri Kementerian Perhubungan Ciptadi Diah Prihandoyono, serta jajaran pemangku kepentingan kepelabuhanan.

Direktur Utama PELNI Tri Andayani, yang akrab disapa Anda, menegaskan bahwa pelayaran perdana KM Logistik Nusantara 3 merupakan wujud komitmen berkelanjutan PELNI dalam mendukung program Tol Laut pemerintah.

“Tidak hanya mendistribusikan barang kebutuhan pokok secara rutin, program Tol Laut juga terbukti membantu menurunkan disparitas harga di wilayah 3TP hingga 20–40 persen,” ujar Anda.

Pada pelayaran perdananya, KM Logistik Nusantara 3 mengangkut 78 TEUs, yang terdiri dari 74 TEUs muatan kering dan 4 TEUs muatan beku. Muatan tersebut didominasi oleh barang kebutuhan pokok dan penting (bapokting) seperti beras, minyak goreng, air mineral, serta ayam beku.

“Melalui pelayaran perdana ini, kami memastikan distribusi bapokting ke wilayah 3TP berjalan tepat waktu dan berkelanjutan. Dengan jadwal tetap serta koordinasi lintas pemangku kepentingan, PELNI berkomitmen mendukung konektivitas dan pemerataan logistik nasional,” jelas Anda.

Anda juga memaparkan capaian kinerja Tol Laut PELNI sepanjang tahun 2025 yang mencatat total angkutan peti kemas sebesar 13.142 TEUs, atau meningkat 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Muatan berangkat mencapai 9.103 TEUs yang didominasi bapokting, sementara muatan balik tercatat 4.039 TEUs berupa komoditas daerah seperti ikan, kopra, dan rumput laut. Pada 2026, kami menargetkan volume muatan minimal setara, bahkan lebih tinggi dari capaian tersebut,” ungkapnya.

Pada tahun 2026, KM Logistik Nusantara 3 ditugaskan melayani Trayek T-9 dengan rute Tanjung Perak – Wanci – Namrole – Tanjung Perak. Trayek ini merupakan penyesuaian dari tahun sebelumnya yang melayani Trayek T-6 (Tanjung Perak – Tidore – Jailolo – Tanjung Perak), sebagai upaya optimalisasi jangkauan layanan sesuai kebutuhan distribusi logistik di daerah tujuan.

Penyesuaian trayek tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarpulau sekaligus menjamin kelancaran pasokan bapokting ke wilayah 3TP.
Pada tahun yang sama, PELNI kembali dipercaya mengoperasikan delapan trayek Tol Laut, jumlah yang setara dengan hampir 20 persen dari total trayek Tol Laut nasional.

“Kami juga mengajak pemerintah daerah untuk mendorong peningkatan muatan balik melalui optimalisasi potensi komoditas unggulan daerah, agar distribusi logistik dapat berjalan lebih seimbang dan berkelanjutan,” tutup Anda.

Sementara itu, Kepala Cabang PELNI Surabaya Roni Abdullah menegaskan peran strategis Pelabuhan Tanjung Perak sebagai salah satu hub utama dalam mendukung program Tol Laut.

“Pada tahun 2026, PELNI mengoperasikan empat trayek kapal Tol Laut yang diberangkatkan dari Surabaya untuk melayani distribusi logistik ke berbagai wilayah 3TP,” kata Roni.

Ia menambahkan bahwa sepanjang tahun 2025, total muatan Tol Laut yang diberangkatkan dari Surabaya mencapai 5.697 TEUs, atau berkontribusi 43 persen terhadap total produksi muatan berangkat PELNI.

“Capaian ini mencerminkan peran Surabaya sebagai hub logistik nasional serta komitmen PELNI dalam menjamin ketersediaan dan keterjangkauan bapokting bagi wilayah 3TP,” pungkasnya.