Edisipost.com
Jakarta, 3 Maret 2026 – PT PELNI (Persero) resmi merampungkan pemasangan dan instalasi Sistem Komunikasi Kapal (SisKomKap) terbaru berbasis satelit Low Earth Orbit (LEO) pada seluruh 25 armada kapal penumpangnya. Langkah ini menjadi tonggak penting transformasi digital perusahaan dalam meningkatkan konektivitas, keselamatan, dan kualitas layanan pelayaran nasional.
Transformasi teknologi dari satelit Geostationary Earth Orbit (GEO) ke Low Earth Orbit (LEO) menghadirkan peningkatan signifikan pada kualitas jaringan komunikasi di atas kapal. Jika sebelumnya sistem GEO memiliki keterbatasan bandwidth dan latensi relatif tinggi, teknologi LEO memungkinkan tersedianya bandwidth yang lebih besar dengan latensi sangat rendah. Peningkatan ini mendukung komunikasi real-time yang lebih stabil dan andal, termasuk saat kapal beroperasi di perairan terpencil.
Sekretaris Perusahaan PELNI, Ditto Pappilanda, menegaskan bahwa implementasi SisKomKap berbasis LEO merupakan langkah strategis perusahaan dalam memperkuat transformasi digital sekaligus meningkatkan aspek keselamatan.
“Implementasi SisKomKap berbasis LEO ini adalah langkah strategis PELNI dalam memperkuat transformasi digital perusahaan. Teknologi ini tidak hanya meningkatkan kualitas komunikasi, tetapi juga memperkuat sistem keselamatan dan pelayanan bagi penumpang maupun awak kapal,” ujar Ditto.
Dashboard SisKomKap yang telah dimodernisasi kini dilengkapi berbagai fitur unggulan, seperti AIS Receiver untuk memantau lalu lintas kapal di sekitar armada PELNI, One Time Performance Analysis untuk evaluasi kinerja operasional, pemantauan posisi pelabuhan, data curah hujan, kecepatan angin, hingga fitur Threat & Vulnerabilities yang memungkinkan pemantauan histori peristiwa penting di lingkup maritim.
Menurut Ditto, peningkatan teknologi ini juga memungkinkan seluruh rekaman CCTV di kapal dengan SisKomKap terbaru dapat dipantau secara real-time melalui pusat kendali.
“Seluruh video CCTV di kapal kini dapat diakses secara live streaming dari pusat kendali. Hal ini memperkuat aspek keamanan sekaligus meningkatkan pengawasan terhadap lingkungan maritim,” jelasnya.
Ia menambahkan, inovasi ini menjadi bagian dari komitmen PELNI untuk terus menghadirkan layanan pelayaran yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi masyarakat Indonesia.
“Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan mengadopsi teknologi terkini, sehingga masyarakat dapat menikmati perjalanan laut yang aman, nyaman, dan berkualitas,” tutup Ditto.
Perkuat Peran sebagai Tulang Punggung Konektivitas Nasional
Sebagai Badan Usaha Milik Negara di bidang jasa pelayaran, PELNI saat ini mengoperasikan 25 kapal penumpang yang melayani 483 ruas dan menyinggahi 75 pelabuhan di seluruh Indonesia.
Selain angkutan penumpang, PELNI juga melayani 30 trayek kapal perintis yang menjadi akses vital mobilitas masyarakat di wilayah 3TP (tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan). Kapal perintis tersebut menyinggahi 229 pelabuhan dengan total 516 ruas dan 2.515 rute. PELNI juga mengoperasikan 18 kapal rede serta 8 trayek tol laut dan satu trayek khusus kapal ternak untuk mendukung distribusi logistik nasional.
Dengan tuntasnya implementasi SisKomKap berbasis LEO di seluruh kapal penumpang, PELNI semakin memperkokoh posisinya sebagai perusahaan pelayaran nasional yang modern, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan berorientasi pada keselamatan serta pelayanan publik.
